Di Saat Daku Tua, Wahai Anakku Tersayang….

 

Relief tembok China
Salah satu keajaiban dunia di China, dalam lukisan relief

1. Di saat daku tua, bersabarlah dalam menghadapiku.

–   Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku

     –   Tenagaku, pikiranku, kemauanku dan semangatku sudah berkurang jauh, serta cepat lelah, lupa dan ngantuk.

2. Di saat daku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu,

–   Ingatlah saat-saat bagaimana daku mengajarimu, membimbingmu untuk melakukannya.

  1. Di saat daku dengan pikunnya mengulang terus menerus ucapan yang membosankanmu,

–   Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku.

     –   Di masa kecilmu, daku harus mengulang terus sebuah cerita yang telah daku ceritakan ribuan kali hingga dirimu terbuai dalam mimpi.

  1. Di saat daku membutuhkanmu untuk memandikanku,

–   Janganlah menyalahkanku, bersabarlah dalam melayaniku.

     –   Ingatlah di masa kecilmu, bagaimana daku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?

  1. Di saat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan,

–   Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku.

     –   Bagaikan di masa kecilmu aku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan selangkah demi selangkah.

  1. Di saat daku melupakan topik pembicaraan kita,

–   Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya.

     –   Sebenarnya topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku, asalkan engkau berada di sisiku untuk mendengarkanku, daku telah bahagia.

  1. Di saat engkau melihat diriku menua, janganlah bersedih,

–   Maklumilah diriku, dukunglah daku, bagaikan daku terhadapmu di saat engkau mulai belajar tentang kehidupan.

  1. Dulu daku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini,

–   Kini, temanilah daku hingga akhir jalan hidupku.

  1. Berilah daku cinta kasih dan kesabaranmu, daku akan menerima dengan senyum penuh syukur.

–   Di dalam senyumku ini, tertanam kasih sayangku yang tak terhingga padamu, wahai anakku tersayang….**

 

(Pesan-pesan bijak dari negeri Tiongkok. Di kutip dari hasil suntingan Drs. Eddy Sadeli, S.H. dari buku “Pedoman Hidup Sehat, Bahagia, Damai, Sukses, Sejahtera dan Panjang Umur”, Edisi ke-9, Tanpa Tahun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *