Metode Penanganan Khusus Terhadap Penyakit Orang Tua

Sakit dan mati tak pernah mengenal usia. Tidak ada jaminan usia lebih muda akan hidup lebih panjang dari pada usia tua. Demikian juga datangnya penyakit bisa kapan saja dan kepada siapa saja. Tidak ada ketentuan gender dan usia, untuk harus mendapatkan sakit.

Secara spesifik orang tua yang telah lanjut usia memang mengalami perubahan secara fisis, fisiologis, psikologis dan biologis. Karena perubahan alamiah yang dijalaninya membuat perubahan dari sisi emosional dan sensitivitas sehingga dibutuhkan pendekatan khusus. Semua kondisi ini saling melengkapi untuk mendampingi seseorang yang telah uzur, tanpa pandang bulu, kaya atau miskin. Maka oleh karena itu perawatan terhadap orang tua menjadi sangat khas.

Gerakan dan pikiran melambat, kekuatan dan kemampuan berkurang, sensitif, gampang tersinggung serta merasa seperti tidak dihargai lagi, bahkan oleh anak kandungnya sendiri. Perasaan ini dikelolanya sendiri dan ditafsirkan sendiri sesuai dengan gerak hatinya.

Bagi orang Islam tentu ada yang pernah mendengar sebuah hadits dari Nabi Muhammad SAW. Bunyinya kurang lebih seperti ini: “semua penyakit ada obatnya, ….. kecuali tua”.

Dokter mengunjungi pasien sepuh
Dotker dan perawat menangani pasien sepuh dengan cara yang baik. (foto: https://thumbs.dreamstime.com/z/visit-senior-patient)

Dalam riwayat yang lain, diceritakan, bahwa Nabi dikujungi oleh rombongan yang berasal dari luar kota, seraya bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah kami boleh berobat?”. Beliau menjawab, “betul hai para hamba Allah, berobatlah…! Karena setiap kali Allah menciptakan penyakit, pasti Allah juga menciptakan obatnya, kecuali satu penyakit saja”. Mereka bertanya (lagi): “Penyakit apa itu wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab: “tua”. (Terdapat dalam Sahih Bukhri; Muslim dan Sunan Ahmad; Abu Dawud: Ibnu Majah; serta Hakim).

Kandungan dari makna hadits ini untuk membuat setiap orang yang sedang tertimpa musibah sakit, tetap memiliki rasa optimistis dengan harapan akan sembuh kembali.

Vaginoplasty

Tua merupakan sebuah proses degeneratif yang akan dialami oleh semua orang. Yaitu merupakan suatu proses dediffensiasi dari sel-sel, dikuti terjadinya perubahan anatomi maupun penurunan fungsi dari sel secara berangsur.  Proses ini sebagai evolusi tahap-tahap kehidupan yang tak bisa dibantah meskipun dibantu dengan obat-obatan dan terapi awet muda. Atau bahkan dengan bantuan supranatural berupa “susuk” yang dipasangkan dalam diri seseorang.

Tua akan terus mengiringi perjalanan hidup seseorang. Sebagian bahkan digerogoti oleh kondisi penyakit yang komplikatif yang membutuhkan penanganan medis secara konprehensif.  Seluruh organ tubuh akan mengalami penurunan fungsi setelah sekian lamanya bekerja siang dan malam sebagai mekanisme untuk membantu menggerakkan proses “kehidupan”.

Menghambat tua tidak mungkin dilakukan oleh manusia, kecuali untuk memperlambat penurunan fungsi piranti tubuh yang tak terbilang jumlahnya, dengan bantuan obat-obatan dan vitamin. Meskipun demikian, proses penuaan tetap akan berlangsung terus, waktu demi waktu, tanpa ada yang mampu menghentikannya.

Kulit dan bentuk wajah, rambut, bahkan bentuk bokong bisa dipermak sedemikian rupa agar tampak awet muda. Dan bahkan teknologi kedokteran jaman kini, memungkinkan seseorang meremajakan organ seksualnya melalui tindakan labiaplasty atau lebih khas lagi dengan tindakan vaginoplasty, sehingga hasilnya sang “vagina” menjadi “kenceng” kembali seperti sedia kala.

Secara normal, jumlah orang usia tua yang mengalami sakit akan lebih banyak dari pada yang berusia lebih muda. Demikian juga probabilitas orang tua yang meninggal lebih besar dari pada orang muda. Ini hanya sebuah ketentuan yang alamiah meskipun ada faktor ketetapan (qodar) yang berlaku dari yang Maha Kuasa atas tiap-tiap manusia.

Dalam ajaran Islam diyakini bahwa masing-masing anak manusia, sudah ditentukan kuota rejeki yang akan diterima selama masa hidupnya. Ketika kuota telah terpenuhi seluruhnya, maka ajal pun akan datang menjemputnya bersama kedatangan malaikat pencabut nyawa. Penetapan ajal manusia tidak dapat dimajukan ataupun ditunda kejadiannya. “Tiap-tiap diri akan mengalami mati”. (Q.S. 3:185; Q.S. 21:35; Q.S. 29:57).

Penyakit tua adalah kejadian yang mungkin akan dialami oleh setiap orang yang memiliki kesempatan hidup hingga usia lanjut. Tidak ada seorang pun dari orang lansia yang akan terbebas sama sekali dari pengalaman sakit ini. Bedanya hanya pada tingkat keparahannya, periode waktu serta nilai qodar (ketetapan) pada masing-masing orang.

Gerontologi

Perkembangan ilmu pengetahuan telah melahirkan sebuah bidang studi yang berkaitan dengan teori serta metode merawat dan menangani orang tua yang mengalami sakit. Emosi orang tua cenderung mengalami instabilisasi dan cenderung lebih menyerupai emosi anak-anak kecil, salah satunya adalah gampang mutung; kadang marah-marah tanpa sebab yang jelas. Sehingga perlu dipikirkan untuk merancang suatu tata laksana perawatan dan pengobatan bagi orang-orang sepuh, terutama yang sedang mengalami musibah sakit.

Disiplin ilmu tentang tata cara penanganan pasien sepuh disebut dengan gerontologi. Ilmu yang mengkhususkan untuk mempelajari tentang orang-orang sepuh dengan segala aspek yang melekat padanya. Dalam penerapannya pendekatan ini melibatkan segenap unsur disiplin ilmu yang berkaitan dengan usia tua. Sehingga gerontologist bisa saja seorang psikolog, saintis, sosolog ataupun ilmu-ilmu lainnya yang terkait dengan keadaan utuh seorang yang berusia lanjut.

Dalam teknik pendekatan ini, para pakar penyakit orang tua menyertakan cara yang lebih persuasif, hampir sama halnya pendekatan dokter spesialis anak terhadap pasien anak kecil. Penuh kehati-hatian yang dibarengi dengan tingkat kesabaran yang luar biasa.

Pendekatan verbal terhadap orang lanjut usia dilakukan dengan teori yang telah dikuasai untuk mengeksplor segala sesuatu yang berkaitan dengan pribadi dan kondisi objek, untuk memberikan umpan balik sebagai. Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dari lansia tersebut secara langsung dari yang bersangkutan, di samping informasi dari pihak keluarga, tentunya.

Untuk memperoleh hasil yang optimal, segala informasi yang dikumpulkan kemudian dianalisis, diuji dan disimpulkan sebagai dasar untuk mengambil tindakan terapetis nonmedis yang sesuai; efektif dan tepat sasaran. Sehingga hasilnya pun dapat memberikan kepuasan bagi “pasien” untuk menjalani sisa umur secara baik.

Dalam ilmu kedokteran ilmu pengobatan bagi usia lanjut secara khusus dikenal sebagai “geriatric”, yang melakukan penanganan terhadap pasien yang berusia tua secara medis. Pendekatan medis merupakan salah satu cara yang biasa ditempuh, apabila kondisi seseorang yang lanjut usia yang secar patologis mengalami sesuatu penyakit, baik secara klinis ataupun anatomis.

Orang tua bukan hanya mengalami terapi medis saja. Sambil berobat, orang tua dibimbing dengan cara yang bijak, sehingga membuatnya lebih nyaman, tenang dan merasa diperhatikan. Ini lebih penting dari pada sekadar memberikan obat-obatan dalam upaya menyembuhkan penyakitnya. Para geriatrist akan melakukan terapi dengan menggunakan kedua pendekatan tersebut secara bersamaan. Yang pada gilirannya pasien yang berumur sepuh tidak akan merasa kesepian dalam kesendiriaannya.

Kehadiran orang-orang yang ramah, santun dan baik hati di sekelilingnya pada saat sedang sakit, akan membuat besar rasa hatinya. Dan itu merupakan obat dari segala jenis obat yang dapat menghadirkan semangat baru dalam menghadapi sisa hidupnya secara optimis dan percaya diri…***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *