Cerita Tentang Pemulung, Tukang Parkir dan Pak Ogah

Pemulung, tukang parkir dan Pak Ogah, harus diakui sebagai salah satu profesi yang dapat ditekuni untuk mencari nafkah. Bila mereka mampu menekuninya secara baik, disiplin dan taat kepada peraturan, maka, tidak ada salah sedikitpun bila kepada pelakukanya disebut sebagai professional.

Profesional tidak harus melekat pada pekerjaan yang bergengsi, bergaji besar, atau katakanlah seseorang yang memiliki basis ilmu pengetahuan tertentu.

Penyebutan profesional jauh lebih luas dari pada sekadar latar belakang pendidikan, pekerjaan dan jabatan.

Seorang pemulung memiliki waktu yang tetap dan rutin dijalankan secara disiplin. Pagi-pagi usai subuh adalah waktu yang paling baik mereka untuk menjalankan pekerjaannya. il cialis generico funziona

Pemulung

Profesi yang mulia, bila ditekuni dengan baik

Yang dikais adalah apa saja yang masih dapat dikonversikan menjadi uang. Terutama kardus bekas serta botol plastik dan sejenisnya. cialis 20mg

Tidak jarang disuatu tempat bisa ditemukan bebarapa orang pemulung sekaligus. Tapi itu bukan merupakan hambatan, melainkan menjadi mitra yang dapat bekerja sama di dalam satu lokasi. buy viagra from china

Soal rejeki sudah ada yang mengaturnya. Semua telah ada yang menentukan. Manusia hanya berusaha.

Meskipun terdapat di antaranya yang tidak saling kenal, akan tetapi di dalam menjalankan profesinya mereka akan tetap saling menghargai. Kehadiran pemulung lain bukan sebagai saingan yang patut untuk dimusuhi. Tidak ada kamus “persaingan” dalam dunia pemulung.

Tukang parkir

Profesi lainnya adalah pengatur perparkiran amatir yang akrab disebut tukang parkir. Kehadiran mereka banyak memberikan manfaat, bagi pemilik kendaraan yang ingin menitipkan kendaraannya di suatu area.

Bukan hanya dari segi keamanan, dari segi keberaturan juga sangat diperhatikan. Sehingga tidak menyita area yang terlau besar ataupun sampai mengganggu pengguna jalan yang lain.

Meskipun seiring kemajuan teknologi yang menjadikan pengaturan parkir lebih praktis, parkir amatir masih tetap diperlukan di beberapa lokasi dan pasar-pasar tradisional. Area parkir pun tidak disediakan secara khusus, melainkan dengan memanfaatkan bahu jalan atau di halaman depan pertokoan.

Beberapa pasar tradisional yang berada di pinggiran kota, tetap menjadi favorit untuk dikunjungi pembeli. Biasanya lokasinya berdekatan dengan sisi jalan.

Di sana masih dapat ditemukan petugas parkir yang selalu bersikap simpatik dan murah senyum. Cercah raut mukanya tampak keikhlasan dan rasa syukur.

Ada suasana Yogyakarta yang asli di wajahnya sumringah meraka. Meskipun hal itu sudah mulai langka dirasakan di daerah ini.

Ramah, santun, unggah ungguh dan ikhlas melayani, sebagai identitas asli “ngayogyakartahadiningrat”, seperti telah mulai terkikis oleh arus modernisasi dan sifat-sifat individualistik masyarakatnya. Sebagian nilai budaya nyaris mulai tercerabut. sildenafil with 60mg of dapoxetine cheap viagra

Di beberapa tempat yang berdekatan dengan pusat-pusat perbelanjaan di tengah kota, kerap dijumpai petugas parkir yang tidak ramah.

Bahkan tarifnya ditentukan sesuka hati. Jangan coba-coba membantah tarif parkir yang diminta mereka, jika tidak ingin mendapat jawaban ketus. Jawaban yang tanpa ekspresi bersahabat.

Pak Ogah

Apapun yang melibatkan peran Pak Ogah harus diikuti dengan pembayaran senilai cepek atau seratus rupiah. Jangan harap meminta bantuan Pak Ogah secara gratis.

Watak ini digambarkan di dalam film serial boneka si Unyil yang popular sejak tahun 1981, hingga berakhr tayang pada tahun 1993.

Seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan, kehadiran Pak Ogah semakin menjadi penting. Konotasi yang dulunya negatif, berangsur menjadi baik.

Jika tidak ada Pak Ogah, maka para pengendara akan saling ngotot berebut jalan, tanpa menghiraukan pengguna jalan yang lain. Yang dikedepankan adalah sikap menang-menangan. Dampaknya kemacetan sulit terurai. buy cialis daily online

Profesi Pak Ogah sebetulnya dapat dijalankan oleh siapa saja. Tidak perlu syarat dan kualifikasi tertentu. Paling modalnya bendera kecil dan peluit. cialis cheap

Tak jarang tugas ini dijalankan ketika matahari lagi terik-teriknya; panas membara. Saat-saat jam makan siang, ketika anak sekolah pulang, dan pada waktu selesai jam kantor.

Peran Pak Ogah di saat-saat kemacetan memuncak, sangat dibutuhkan. Karena berkat dialah, kesulitan pengedara untuk memanfaatkan jalan ketika akan berbelok dapat diatasi. Dia telah berbuat baik bagi kepentingan orang lain.

Meskipun murni inisiatif sendiri, tapi bagi yang berpikir positif tentu saja akan menghargai peran orang lain. Orang yang telah memudahkan masalah yang dihadapinya di jalan.

Bila diamati, sungguh berat perjuangan seorang Pak Ogah, rela hujan-hujanan dan dalam keadaan panas-panasan. Tapi sayangnya cukup banyak pengguna jalan yang sudah dibantu, tapi pelit mengeluarkan uang secara sukarela, walau nilainya sangat kecil.

Meskipun dikerjakannya atas inisiatif sendiri, tanpa ada yang menyuruh, tapi perlu dipertimbangkan, bahwa mereka butuh pendapatan.

Profesi mulia

Profesi pemulung, tukang parkir dan pengatur jalan, termasuk dalam kategori profesi yang mulia. Mereka mampu menghayati profesi masing-masing dan mewujudkan dalam produktivitas nyata. Kegiatannya sangat bernilai ibadah; salah satu wujud dari penghambaan diri kepada Tuhan. cialis 5 mg bestellen

Yang jelek adalah menjadi parasit yang membebani. Membebani orang lain, masyarakat, perusahaan ataupun instansi, bahkan negara. Berlaku “corrupt“, merugikan rakyat dan negara. cialis coupons printable

Menjadi pekerja yang rajin, merepresentasikan bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan; keluarga, masyarakat dan kepada yang Maha Kuasa.

Untuk hidup butuh perjuangan. Anak dan istri wajib dinafkahi. Pekerjaan apapun bisa dilakukan sesuai dengan apa yang telah kita pilih. Semua telah ada jalannya; semua ada ketetapannya.

Untuk menjadi apa dan menjadi siapa, pada awalnya selalu melalui proses. Semua profesi melengkapi mekanisme kehidupan masyarakat yang harus terus bergerak.

Ruang ikhtiar terbentang luas. Mulai profesi sebagai penarik beca, supir, pemulung, pedagang, dan bahkan menjadi pegawai di perusahaan atau instansi, adalah hasil dari pilihan hidup yang berproses. Siapa pun wajib menjalani…**.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *