Megaparty Indonesia 2017

Ini bukan perkawinan yang dilaksanakan oleh keluarga Megawati, presiden RI yang kelima. Melainkan cerita sebuah hajatan perkawinan anak perempuan satu-satunya Presiden Jokowi, yang berlangsung tanggal 8 November 2017 lalu.

Acara ini terbilang spektakuler untuk ukuran Indonesia; sangat menakjubkan. Disiarkan langsung oleh seluruh TV swasta di Indonesia. Sehingga dapat disaksikan oleh mayarakat Indonesia di mana pun mereka berada.

Ada 8000 undangan resmi yang disebarkan kepada berbagai pihak. Kalau dihitung-hitung, lima kali lipat lebih besar dari ketentuan yang pernah diucapkan presiden sendiri.

Pesta perkawinan tersebut seperti memberikan isyarat tentang keadaan pertumbuhan ekonomi sesungguhnya dari negeri ini. Sebagai barometer, yang menunjukan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini benar-benar dalam keadaan sehat walafiat.

Pernikahan Agung
Suasana “Pernikahan Agung” putri Sri Sultan Hamengkubuwono X – Raja yang dicintai rakyatnya

Kepala negara RI sebelumnya juga pernah menggelar acara serupa. Pak Harto, misalnya, pernah melaksanakan hajatan walimahan bagi putra-putrinya. Demikian juga SBY melaksanakan perhelatan perkawinan dua orang putranya. Tapi mungkin tidak semegah acara ini.

Di belahan dunia lain pernah ada “royal wedding” bagi acara perkawinan beberapa pangeran dari Kerajaan Inggris atau Raja Thailand yang juga membuat acara pernikahan di lingkungan istana. Acara semacam itu memang menyita perhatian masyarakat dunia.

Bagi masyarakat umum, acara “The Royal Wedding“, yang disaksikan tersebut terkesan sangat mewah. Tapi bagi sebuah kerajaan yang kaya raya, perhelatan demikian masih tergolong sederhana. Bahkan biasa-biasa saja.

Kereta kencana

 Acara di Solo diawali dengan sebuah kirap pengantin diiring beberapa kereta kencana yang berhias ornamen Kerajaan Mataram atau Kasunanan Surakarta.

Tidak ketinggalan dimeriahkan oleh pemanfaatan beca sebagai alat transportasi sederhana milik rakyat kebanyakan. Juga ada penyediaan suttle bus untuk antar jemput para undangan.

Akan tetapi kebanyakan mata, lebih tertuju pada penggunaan kereta kencana yang mengangkut mempelai dan keluarga. Karena di sinilah letak nilai yang terkandung di dalamnya.

Yang hadir di sana juga tumplek bleg, –dari berbagai kalangan. Ada para gubernur, pejabat setingkat menteri serta dari DPR RI. Ada juga para selebrita lokal Indonesia, serta duta besar dari negara sahabat dan lainnya yang tidak dapat dirinci.

Perkiraan jumlah orang yang hadir bisa lebih dari 8.000, karena mengikutsertakan masyarakat umum, tim relawan, serta penggembira yang mungkin datang ingin menyaksikan dari dekat. Benar-benar sebuah megaparty

Untuk sebuah pesta yang akan dilaksanakan oleh setiap pejabat, memang ada pembatasan jumlah undangan yang diperkenankan. Hanya diperbolehkan untuk 400 orang. Mungkin hal ini dimaksudkan agar para pejabat dapat memberikan contoh yang baik. Jangan bermewah-mewah.

Karena yang membuat ketentuan tersebut adalah presiden, maka wajib ditaati dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh pajabat di lingkungan pemerintahan.

Royal Wedding

Dibandingkan mobil sedan bermesin tipe V: 8 silinder, atau Roll Royce, atau Ferrari, misalnya, nilai untuk menyolek dan menyediakan kereta kencana lengkap dengan kusir dan kudanya, mungkin tak ada apa-apanya. Tapi simbol kereta kencana memberikan pengertian lain.

Pelaksanaan pernikahan putra Kerajaan Inggris dimeriahkan dengan kehadiran RR Limousine buatan dalam negeri, yang memiliki harga fantastis, dan tentu saja lengkap dengan kereta kencana.

Kehadiran kereta kencana di dalam setiap acara kerajaan biasa dilihat sebagai perlambang aristokasi, dalam kemasan modern. Inggris adalah negara kaya di dunia yang bercorak aristokrasi dengan sistem parlementer.

Di Indonesia, tradisi kirab kereta kencana biasanya dapat disaksikan di lingkungan Kerajaan Mataram, atau mungkin dari Kasunanan Surakarta.

Masyarakat pun dapat menyaksikan sendiri ketika Sultan Hamengkubuwo X melaksanakan hajatan upacara “pernikahan agung” bagi putrinya, beberapa tahun yang lalu.

Namun yang terjadi di Solo merupakan sesuatu hal yang baru terjadi. Karena dilakukan oleh orang yang berasal dari luar dinding keraton. Meskipun bagi mata yang menyaksikan perhelatan ini, terlihat mewah, tapi dalam penilaian pihak yang berhajat, ini adalah sesuatu yang sederhana.

Pesta perkawinan ini, telah menggeser definisi daru kata “sederhana” ke dalam takaran yang lebih progresif. Berbeda dengan batasan sederhana yang selama ini dipahami oleh orang kebanyakan.

Dalam kaidah bahasa Indonesia dikenal sebuah perbandingan superlatif, sehingga kata sederhana terbuka untuk diklasifikasi sebagai: tidak sederhana-kurang sederhana-cukup sederhana-paling sederhana dan sangat sederhana.

Tinggal masyarakat yang memilih tingkatan mana yang bisa disesuaikan dengan anggaran yang mampu disediakannya. Tak perlu bermewah-mewah. Karena sesungguhnya, secara sederhana juga memang tidak murah…*.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *