Gerombolan Iblis

manusia super hina

Kesenangan iblis adalah bila berhasil menggoda anak manusia sampai mengikuti setiap perintahnya

Karena namanya iblis, maka jangan berharap makhluk ini bisa berlaku baik. Bahkan hingga umur dunia ini berakhir sekali pun. Ini janji mereka kepada Tuhan.

Akan tetapi iblis bukan hanya musuh manusia. Iblis juga bermusuhan dengan Tuhan. Sedangkan manusia adalah objek untuk membuat musuhnya marah, tersinggung dan murka.

Kemarahan Tuhan adalah kebahagiaan bagi iblis. Prestasi iblis bila berhasil mempengaruhi manusia. Mengikuti apa yang diinginkan. Melawan setiap batasan yang telah dibuat.

Manusia yang berhasil ditundukkan akan menjadi bagian dari mereka. Manusia yang dipencundangi sebetulnya hina. Posisinya lebih rendah dari pangkat yang dimiliki iblis. Manusia hanya bisa berada di bawah “penjajahan” iblis. Jadi makhluk”super hina”. Posisi manusia hanya sebagai “kacung”. Atau “keset” di bawah telapak kaki iblis.

Mengikuti apa saja yang dan diperintahkan. Termasuk membunuh, memerkosa, menipu dan melakukan pelanggaran lainnya. Sesuai dengan pola hidup dan keinginan iblis.

Iblis, sekilas akan menikmati apa yang diperoleh dari perbuatannya. Kenikmatan iblis ketika dia mengalahkan pengaruh Tuhan dalam hati manusia.

Anggota koalisi iblis

Sementara, bila iblis akan hidup hingga hari kiamat datang, maka manusia yang menjadi anggota koalisi iblis, punya batas waktu. Jauh lebih pendek dari usia iblis. Bisa mati kapan saja.

Manusia yang terjajah oleh iblis, akan merasakan derita. Bahkah sebelum nyawa dicerabut dari jasadnya. Ketika dia masih di dunia. Konon lagi setelah mati itu datang kepadanya.

Yang punya jabatan, juga ada batas waktu hidupnya, batas di saat jabatan harus dilepas. Akan sulit untuk hidup dalam lingkungan yang dulu asing baginya. Hidup di tengah masyarakat yang juga memiliki “hukum sosial”, yang dapat saja diterapkan kepadanya.

Yang cantik, yang ganteng, yang kuat, yang kaya, juga ada masa kedaluarsanya. Ada masa seluruh predikat ini akan bertukar. Cantik ganteng kuat dan kaya tidak biasa dibawa hingga tua. Apalagi dibawa mati.

Ketika segalanya tidak ada gunanya lagi bagi gerombolan iblis, maka manusia seperti itu tetap akan “hina” selama hidupnya. Sebelum dia bisa keluar dari cengkeraman kuku iblis untuk kembali ke jalan yang benar.

Namun demikian dia akan tetap mengalami derita yang sama, akibat perbuatannya yang kepada sesama manusia. Dan itu pasti terjadi di dunia, sebelum ajal menjemput hidupnya. Sedangkan di akhirat nanti lain pula perhitungannya. Ada mahkamah yang maha adil yang akan menentukan “nasib”-nya…*.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *