Trivia Lalulintas Yogya

Tugu Pal Putih

Tugu Pal Putih sebagai salah satu landmark Kota Yogyakarta

Yogyakarta bukan hanya sebagai tempat tujuan belajar. Tapi juga sebagai tempat tujuan wisata yang menarik. Meskipun kota pelajar dan banyak orang terpelajar, tapi trafik Yogya memang ruwet.

Tidak banyak pengendara yang sadar berlalu lintas. Sebagian tidak berpegang pada etika di jalan raya. Dasi dan mobil mengkilap pun bukan jaminan, berlaku tertib.

Di perempatan lampu merah ada yang tetap jalan, meski sudah merah. Selalu ada buntutnya yang encuri jalan. Padahal salah satu sisi lainnya sudah menyala hijau. Belum lagi, seringkali ditemukan pengendara yang ingin berbelok kiri, tapi berhenti di sisi kanan atau sebaliknya.

Ada juga sisi unik yang lain. Polisi tidur sudah menjadi biasa di seantero Yogya. Jalan ke arah perkampungan selalu ditemukan polisi tidur. Bukan hanya jumlahnya yang yang tidak biasa, tapi tingginya juga lumayan.

Ini dapat dirasakan sebagai ungkapan geregetan masyarakat yang tinggal di sekitar itu. Tujuannya untuk meredam kecepatan setiap pengendara yang melewati jalan itu.

Para pelancong yang sedang berkendara di Yogya, jangan terlalu percaya pada lampu sain. Itu bukan jaminan untuk memudahkan berbelok.

Ketika hendak berbelok ke kiri, misalnya, tetap perlu berhati-hati. Meskipun kondisi dianggap aman. Karena bisa terjadi sekonyong-konyong masih tetap ada yang akan menerabas di sisi kiri kita.

Tidak ramah

Lalu lintas Yogya termasuk tidak ramah pejalan kaki. Untuk menyeberang di zebra cross saja sedikit kesulitan. Mungkin karena banyak yang tidak menyadari fungsi rambu ini.

Kota yang banyak didominasi mahasiswa ini, tak mudah berlalu lintas. Tipikal pengendaranya rada-rada unik. Sulit diperkirakan.

Kadang keluar dari sisi jalan setelah parkir saja sulit. Aba-aba dan sinyal dari petugas parkir sering tak digubris. Begitu juga sikap pengguna jalan terhadap Pak Ogah.

Kelihatannya soal etika berlalu lintas perlu diperhatikan. Perlu dipikirkan adanya materi pembekalan bagi setiap mahasiswa baru.

Pola berlalu lintas anak-anak baru ini tidak seragam. Sangat tergantung pada kondisi lalu lintas di daerah asalnya. Mungkin ini yang mendorong banyaknya jumlah polisi tidur di mana-mana.

Ah…, sudahlah sebagian orang-orang tua dan dewasa juga kadang setali tiga uang dengan anak-anak yang masih berstatus mahasiswa.

Bila kita harus waspada terhadap pengguna jalan yang laki-laki, maka untuk pengendara perempuan harus lebih waspada lagi. Karena Emak-emak dan Mbak-mbak biasanya lebih mengenal gas daripada rem, lampu sain, dan kaca spion…*.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *