Salah.., salah…, Liverpool Juara

Posted by
Liverpool Real Madrid
Pertemuan antarkota-antarnegara, Liverpool dan Madrid. Menguji gengsi Inggris dan Spanyol

Minggu, 27 Mei 2018, atau 26 Mei waktu setempat, menjadi babak baru bagi perseteruan Madrid dan Liverpool.

Kompleks Olimpiyskiy National Sports di Kiev, Ukraina, akan menjadi tempat hajatan sepakbola dari dua musuh yang sudah empat tahun tidak bertemu.

Pertemuan Final Piala Champions pernah terjadi pada musim 1980/1981, dan Liverpool berhasil menjadi juara setelah membobol gawang Madrid, dengan skor 1-0, pada waktu menjelang akhir babak kedua injuri.

Secara statistik, dalam lima kali pertemuan keduanya, Liverpool, berhasil memenangi pertandingan sebanyak lima kali.

Terakhir terjadi dalam fase grup Liga Champions 2014/2015, dengan dua kali kemenangan bagi Real Madrid. Tapi beda Liverpool dulu dan Real Madrid sekarang. Real yang bertabur bintang merasa di atas angin. Ronaldo masih sebagai tumpuan.

Dianggap kuda hitam

Liverpool datang sebagai kuda hitam. Catatan rekor gol Salah, sangat kinclong. Tapi Salah bukan bintang. Under etimate terhadap Salah bisa berbuah sial.

Ronaldo meski masih tajam tapi usia sudah tidak muda lagi. Stamina bukan seperti sebelumnya. Sementara Salah sedang bersinar. Pundi golnya masih terus bertambah di liga Inggris.

Di samping gesit, Salah juga “tuah”. Seringkali bola datang menyerahkan diri padanya. Umpan yang diterima sangat goaly. Mudah diceploskan.

Mengawal Salah secara ketat juga beresiko. Ini berarti membiarkan Fermino dan Mane yang sama tajam bebas gentayangan. Trio penjebol Liverpool ini memang luar biasa. Ketiganya bermain sangat padu. Saling mengumpan dan tidak serakah.

Benzema, Bale dan Ronaldo sudah mulai dimakan usia. Sulit menaklukkan Virgil yang masih kuat. Virgil mampu berduel all out dalam bola bawah atau umpan panjang. Permainannya tenang. Dalam keadaan tertekan sekalipun. Di bawah mistar, ada Loris Karius.

Kekuatan sepertinya berimbang. Kurius walau tidak terkenal tapi cekatan. Penyelamatannya sering fantastis. Dia salah satu kiper terbaik di liga Eropa saat ini. Usianya masih 25 tahun. Terpaut 7 tahun dengan Keylor Navas, kiper Real Madrid.

Real Madrid bersalah jika menganggap diri di atas angin. Liverpool meski peringkat 4 EPL tapi penuh ancaman. Salah sering mampu membodohi back kelas dunia dari klub Eropa. Permainannya yang polos sukar ditebak.

Kepolosan Salah

Kepolosan Salah sudah “dinikmati” oleh pertahanan Roma, Bayern dan Manchester City. Tiga klub ini elitnya Eropa. Tapi gol dari kaki Salah sulit dibendung.

Ramos juga sudah tak muda. Nama kebintangannya sudah memudar. Senjata Ramos yang menguntungkan Madrid adalah suka diving. Cari kebaikan hati wasit. Juventus pernah dipoklek oleh ulah diving dia.

Liverpool sangat menarik. Madrid juga masih apik. Di balik itu ada terselip pertarungan dua North African. Salah dari Mesir. Zidan dari Aljazair.

Kemampuan Zidan mengolah bola jempolan. Salah belum ada apa-apanya. Tapi kali ini Zidan jadi komandan pinggir lapangan. Sedangkan Salah sedang dalam kondisi baik. Produktivitas golnya sangat baik. Dia telah menyumbangkan 44 gol bagi Liverpool. Sepuluh di antaranya terjadi di Liga Champion.

Klopp tak begitu mudah ditebak. Di samping taktis Klopp sangat percaya pada kemampuan pemainnya. Improvisasi pemain sangat dihargainya. Polanya tidak sakleg. Bisa berkembang sesuai kebutuhan.

Madrid sedikit gamang. Banyak bintang malah membingungkan. Keliru kombinasi bisa fatal. Salah-salah bisa berakibat fatal.

Dan akibatnya, Salah bukan hanya akan menjadi bintang Anfield. Tapi juga akan menjadi pahlawan Inggris yang pantas dikenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *