Kiprah Baik Milik Ronaldo

Prestasi Ronaldo

Christiano Ronaldo masih ditempatkan di atas sebagai pemain terbaik abad ini (https://www.fifa.com/worldcup/photos/)

Jika ingat Ronaldo, maka selalu ada nama Messi. Tapi sepanjang piala dunia, Messi sering dirundung sial. Argentina tak seberuntung Barcelona.

Tapi Ronaldo menjaga kilaunya. Dia berjalan di jalur benar. Kaki dan peruntungan tak beda antara ketika membela liga atau bela negara.

Selama Portugal turun, dia memimpin rekan-rekannya bangkit. Sebagai tumpuan dan dirijen, dia membuat kontribusi. Tanpa cela sedikit pun.

Dalam keadaan sulit pun Ronaldo bisa mencipta gol. Dia pandai menjaga posisi dan piawai dalam memberi assist.

Rasanya masih sangat sulit lahir bintang baru saat ini. Momen ini masih miliknya. Dia masih teratas. Bahkan menutup sirna predikat “alien yang menaklukkan gravitasi” milik Messi.

Messi masih harus ditunggu kiprahnya. Start awal sangat tidak menguntungkan. Argentina tinggal menungg mukjizat

Ballon d’or

Argentina gagal memeragakan permainan yang ditunggu-tunggu. Entah terjawab atau tidak. Strategi Sampaoli mentah di kaki lawan.

Pemain Argentina gamang dengan cara pelatihnya ini. Beban Messi masih berat. Apalagi dukungan pemain lainnya tidak berjalan baik. Nama besar di liga Eropa tidak berbanding lurus dalam piala dunia.

Ronaldo tetap stabil. Sepatu emas dan ballon d’or, bukan sekadar hiasan. Ronaldo mampu memuat standar tinggi dalam seni sepakbola. Terlalu sukar untuk dilalui. Oleh pemain muda sekali pun.

Usia senja membuat Ronaldo semakin berkibar. Semakin matang. Semakin sulit dibaca. Gerakannya tetap eksplosif. Baik di luar kotak 16 yard ataupun ketika menusuk jauh lebih dalam.

Dua pertandingan telah dilalui dengan mengesankan. Sepanjang ini dia telah mengumpulkan empat gol dalam piala dunia 2018. Dan sangat mungkin akan terus bertambah.

Selama di Real Madrid, Ron telah menyumbangkan 451 gol. Mengalahkan Raul Gonzales yang pernah sama-sama mempersembahkan 16 gelar bagi klubnya. Ronaldo bahkan pernah membuat 61 gol selama satu musim di 2014/ 2015.

Dalam usia senja di angka 33 tahun Ronaldo mampu mengukir hattrick dalam piala dunia. Dan korbannya tidak tanggung-tanggung. Para pemain bintang Spanyol, dibuat terdiam di ujung pertandingan. Dengan gol tersebut Portugal terhindar dari kekalahan dramatis.

“Seleção das Quinas”

Kini jalan “Seleccao das Quinas” semakin terbuka ke babak berikutnya. Dengan sisa pertandingan yang ada di fase grup rasa-rasanya sulit terhempang. Iran tak terlalu sulit diatasi. Dipastikan pundi angka Portugal akan menjadi 7 poin.

Hanya tuan rumah Rusia yang diprediksi bisa meraih angka sempurna. Setelah menang dari Mesir dan Maroko, tuan rumah tinggal menjinakkan Uruguay.

Jika lolos ke piala dunia berikutnya usia Ronaldo akan mencapai 37 tahun. Pengagum Ronaldo belum dapat membayangkan bila sepakbola tanpa kehadirannya.

Sejarah mencatat, Roger Milla dari Kameroun, adalah salah seorang pemain tertua dalam piala dunia. Ketika membela tim negaranya pada piala dunia 1994, usia Milla melampaui 42 tahun.

Dua tahun yang lalu Ronaldo memimpin rekannya untuk mendedikasikan Piala Euro bagi negaranya. Portugal keluar sebagai juara setelah mengalahkan tim tuan rumah Prancis di final, 1-0.

Piala Dunia 2018 adalah tantangan baru bagi Ronaldo. Akankah dia membuat sejarah baru bagi negaranya?

Portugal baru hanya merasakan juara ketiga dalam piala dunia 1996. Dihadapan tatapan mata 88 ribu penonton yang memadati stadion Wembley – London, Portugal berhasil menjungkalkan raksasa Uni Soviet dengan skor 2-1.

Sementara tuan rumah saat ini, Rusia, adalah jelmaan negara tirai besi itu yang telah hancur berkeping-keping.

Mungkinkan momen itu akan hadir dalam piala dunia 2018…. Entahlah… tapi layak untuk ditunggu…*.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *