Kans Argentina di Rusia 2018

Nigeria vs Argentina

Pemandangan ketika Messi mengecoh penjaga gawang Nigeria dalam final Piala Dunia U-20, 2005, di Stadion Galgenwaard, Utrecht, Netherland. (Foto Getty Images/ AFP)

Nigeria bermain beringas dalam laga melawan Eslandia. Gol Ahmed Musa dapat dicatat sebagai gol tercantik hingga saat ini.

Moses melepaskan umpan lambung dari sisi kiri lapangan tengah Eslandia. Ahmed Ahmed menahan dengan sentuhan lembut kaki kanannya. Sejenak bola memantul di rumput kotak 16 Eslandia. Dalam keadaan masih melayang bola dilanjutkan dengan kaki kanan ke gawang.

Kiper Eslandia, Halldorsson, tak berdaya menepis bola yang melaju dengan kecepatan geledek tersebut.

Nigeria benar-benar unjuk gigi. Bermain lepas dan dingin. Tak terbersit rasa takut dalam keadaan dijepit sekalipun. Padahal rata-rata postur “anak nordik” lebih tinggi dari Ahmed Musa dan kawan-kawan..

Semua lini bermain luar biasa. Mereka pantas lolos dari kualifikasi zona Eropa. Penampilannya sungguh tidak memalukan.

Bukan kebetulan Nigeria bermain di final piala dunia. Negeri ini adalah pelanggan setia perhelatan gengsi ini. Sejak piala dunia 1994, Nigeria absen hanya satu kali pada Piala Dunia 2006.

Meskipun sebagai pendatang baru, Eslandia bukanlah tim ayam sayur. Mereka mampu menahan Argentina, 1-1 di pertandingan pertamanya.

Saat ini posisi Eslandia sedang senasib dengan Argentina. Sulit bagi Eslandia melunakkan lawan berikutnya. Kroasia yang menanti, adalah rekan satu grup ketika babak kualifikasi sebelumnya. Bila hasilnya kalah, maka peluang Argentina akan terbuka kembali.

Pertahanan Argentina

Tapi menghadapi Nigeria bukanlah perkara mudah. Bisa saja terjadi gawang Caballero akan kehujanan. Ketajaman barisan depan Nigeria sudah dirasakan oleh kiper Eslandia.

Pertahanan Argentina sangat rapuh. Termasuk paling buruk hingga pertandingan ke 26 piala dunia 2018 ini.

Nigeria bukan tim bintang. Tapi skillnya merata di seluruh lini. Kekompakannya melebihi kepaduan anak-anak Argentina. Orientasi mereka baik. Ini termasuk dream team milik Nigeria.

Argentina malah sebaliknya. Racikan Sampaoli tak jalan dengan kualitas komposisi pemain yang diturunkan. Sangat cemplang. Tak berimbang.

Koneksi antarlini terputus-putus. Penyerang lapis kedua tidak efektif. Di belakang sering gamang. Kordinasi tidak jalan.

Dua kali bertanding beban Messi sangat berat. Berjuang dalam keadaan terkunci tidak bisa berkembang. Leo benar-benar mati kutu. Ini akibat dari keadaan itu semua.

Seharusnya tidak ada pilihan lain bagi pelatih, kecuali menempatkan Higuain, Di Maria, Rojo dan Dybala sebagai starter.

Sampaoli juga harus berani menurunkan Franco Armani. Caballero sedang masygul. Kesalahannya bisa terulang kembali. Biarkan dia duduk manis di bawah kurva. Berikan waktu untuk menyesali kecerobohannya.

Pertarungan hidup-mati

Ini pertarungan hidup mati. Nigeria tak sudi kehilangan angka. Jangankan kalah, seri pun mereka tak mau. Karena hanya Argentina tim yang masih bisa dilalap di grup D ini.

Kesempatan bagi anak-anak “elang karthago” untuk menapak ke babak berikutnya lebih terbuka.

Mereka tidak datang untuk main-main. Bukan waktunya piknik di negeri beruang merah. Tapi membawa panji negara. Menjaga nama baik di mata bangsanya.

Di atas kertas Nigeria dapat mengatasi gaya tango yang baru ini. Koreografer asal Chile itu telah mengubahnya menjadi tarian yang membingungkan. Tak sedap dinikmati.

Argentina sudah biasa bertemu Nigeria. Dengan materi sebagian pemain yang ikut saat ini, Messi muda mengalahkan Nigeria 2-1. Itu terjadi pada pertandingan final piala dunia U-20, tahun 2005.

Dalam piala dunia 2014, Argentina juga mengalahkan Nigeria dengan angka 3-2. Gol balasan Nigeria diborong oleh Ahmed Musa, yang kemarin merobek gawang Eslandia dua kali. Waktu itu Argentina beruntung, satu sontekan Marcos Rojo melengkapi dua gol yang dibuat Messi sebelumnya.

Empat tahun telah berlalu. Itu terlalu cukup untuk membangun tim anak-anak Afrika. Dampak perkembangan tersebut sudah dirasakan oleh Eslandia.

Musa mulai bangkit. Tapi Messi belum optimal. Messi akan kembali bertemu Musa. Kali ini entah siapa yang lebih beruntung.

Faktanya akan terungkap setelah pertandingan tanggal 27 Juni 2018 mendatang…*.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *