Menanti Sang Juara Piala Dunia Sepakbola 2018

Piala Dunia kali cukup menarik. Gagalnya Jerman, Uruguay dan Brazil, tak masuk dalam prediksi. Demikian pula kisah tragis yang menimpa Portugal, Spanyol dan Argentina. Cerita pilu Italia dan Belanda juga tak perlu dikenang.

Kebintangan pemain tidak menjamin timnasnya akan menjadi kuat. Suarez, Neymar, Messi, dan Ronaldo menjadi ikon sepakbola dalam dua dekade terakhir. Mereka sukses ketika membela klub, tapi gagal memenuhi harapan ketika membela negaranya.

Banyak yang kecewa tidak bisa menonton samba, tango, dan permainan tiktok. Panzer yang mantan juara juga gagal mempertahankan reputasi mental juara.

Digusur oleh Jepang, menjadi sesuatu yang sangat memalukan. Sulit terhapus dari ingatan. Sukar untuk tidak disesali. Portugal yang masuk perhitungan dihentikan Uruguay di babak 16 besar.

Tuan Rumah Piala Dunia 2018

Penjaga gawang Rusia yang juga kapten tim, Igor Akinfeev, sedang duduk murung dengan latar belakang kegembiraan anak-anak Kroasia

Tim-tim besar ini sangat diharapkan ada di final. Tapi itu tinggal harapan. Mereka terhenti dibabak sebelumnya. Hati harus rela berpaling. Meski untuk sementara.

Clean Sheet

Empat negara telah bertengger di babak semifinal. Kroasia dan Belgia membuat babak baru. Mereka kini menjadi favorit juara. Hingga saat ini, Belgia telah menciptakan clean sheet sempurna.

Sejak fase grup belum ada yang mampu mengalahkan mereka. Inggris adalah salah satu korban yang pernah diberi pelajaran oleh anak-anak Belgia. Sementara Prancis dan Kroasia pernah mengalami satu kali draw.

Keempat semifinalis ini telah membuat banyak kejutan. Kroasia benar-benar menggila. Tuan rumah salah satu yang berpeluang juara, harus menerima kenyataan. Rusia dikandaskan di depan rakyatnya sendiri. Perih bukan kepalang.

Tidak mudah menebak siapa yang bakal ke final dan meraih juara. Secara keseluruhan keempatnya punya kans yang sama. Punya semangat yang sama. Punya kekuatan yang sama. Masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan yang khas.

All European Final

Belgia versus Prancis, akan menjadi pertemuan elitis skuad MU. Pogba akan saling mematikan dengan mitranya, Lukaku dan Felaini.

Pertandingan ini akan terasa seperti menonton final bayangan. Begitu juga ketika Kroasia bertemu Inggris. Nuansanya relatif sama.

Pertandingan final kali ini benar-benar sepenuhnya dikuasai oleh Eropa. Tak satu pun tim Amerika (Selatan) di sana. Piala dunia 2014, masih ada Argentina dan Brasil di sana. Kali ini cuma ada tim Eropa. Dan akan terjadi kembali All European Final.

Yang menarik adalah kehadiran Belgia dan Kroasia yang mencapai sejauh ini. Belgia pernah merasakan semi final pada Piala Dinia 1986. Namun harus puas duduk di kursi nomor empat setelah kalah dari Prancis dalam perpanjangan waktu. Sementara Kroasia hanya terjadi ketika masih bergabung di bawah Yugoslavia.

Dua tim lainnya, Inggrs dan Prancis pernah mengenyam rasa menjadi juara dunia. Kali ini menjadi kesempatan untuk mengulangi eforia masa lalu. Entah siapa yang akan mengulangi sejarah. Tapi yang jelas, Belgia dan Kroasia, juga memiliki peluang yang bagus untuk lolos dan bertarung meraih juara.

Untuk bisa melalui semua ini, bukan hanya perjuangan yang berbalut skill, taktik dan semangat yang diperlukan. Tapi siapa saja yang paling sedikit membuat blunder, merekalah yang akan mengambil keuntungan…*.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *