Manusia Emas dan Manusia Loyang

Posted by

Dalam kultur Melayu kata-kata ini kerap dijadikan tamsil. Digunakan sebagai pembanding kualitas. Sejak jaman dulu, emas memang dianggap logam teratas. Secara ekonomis sangat likuid. Bisa berupa mata uang atau perhiasan.

Sementara loyang jika pun metal tapi metal kelas rendah. Titik didih dan titik lebur keduanya juga beda.

Manusia emas, pintar memilih topik dalam berbicara. Kapan dia ngomong soal ilmu pengetahuan, soal sosial, soal politik. Demikian juga, kapan harus marah, di mana dan seberapa besar porsi marahnya. Manusia emas tak pernah mencoba memperkenalkan dirinya sendiri.

Emas bisa menghadapi korosi, loyang sedikit rentan terhadap korosi. Gampang berubah warna, bahkan bisa keropos.

Manusia emas dan loyang
Kualitas pribadi manusia emas dapat memberikan iklim yang sehat bagi lingkungannya

Manusia emas memiliki kompetensi, integritas dan kualitas diri yang baik.

Ditinjau dari segala sisi. Mulai dari sikap, budi pekerti, kemampuan dan intelektualitas.

Out of Quality

Manusia emas kuat menghadapi segala keadaan. Tak gentar diterpa badai.

Baginya setiap persoalan adalah tantangan. Dan bahkan menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Manusia loyang, termasuk manusia out of quality. Sering dianggap sebagai sampah masyarakat. Sikap, budi pekerti dan perangainya sering di bawah garis standar.

Memiliki sifat dengki, fitnah, suka menghasut dan senang orang lain susah. Suka berbicara tidak sesuai dengan kenyataan.

Level kualitas pendidikan juga kadang pas-pasan. Mungkin pas lulus aja. Lebih parah lagi sebagian manusia loyang dapat ijazah dari “pasar”. Bukan dari sekolahan. Sekolah tidak, ijazah ada.

Manusia emas, meskipun sering dikerjain, tetap tersenyum. Bahkan walau di hadapan puluhan ribu pasang mata. Tapi dia bergeming. Dia mental pejuang. Bukan pecundang.

Yang namanya emas, di dalam comberan juga kualitasnya tetap emas. Beda dengan loyang. Orang malas bersusah payah untuk memungutnya.

Transfer of knowledge

Dalam kehidupan nyata, emas dan loyang memiliki kadar manfaat yang berbeda. Karena memang beda kelas. Manfaat emas tak kan dapat tergantikan oleh loyang. Sampai kapan saja.

Emas dan loyang dapat ditemukan dalam situasi apa saja. Dalam kehidupan keluarga, lingkungan, perusahaan dan bahkan tidak terbatas di dalam urusan apa saja. Bisa berlaku di mana saja.

Emas dan loyang tidak dipengaruhi oleh pendidikan, taraf hidup dan kecantikan. Tapi lebih kepada karakter dasar. Bisa sudah dari bawaan lahir, atau bisa juga karena dibentuk oleh lingkungan.

Orang tua memberikan kontribusi yang sangat besar dalam membentuk manusia menjadi emas atau menjadi loyang. Kualitas orang tua memegang peranan penting. Semakin baik kualitas keluarga, semakin baik proses pembentukan karakter dasar anaknya.

Dalam urusan manajemen (perusahaan) probabilitas sukses pemimpin berkualitas emas dapat diukur berdasarkan sasaran kerja dan kinerja yang dicapaikan. Tingkat kepuasan orang yang dipimpinnya jauh lebih baik. Proses bimbingan, pembelajan dan transfer of knowledge juga berjalan baik.

Seorang pimpinan berkualitas emas, tidak hanya mampu bekerja sendiri, tetapi juga mampu memberikan dorongan kepada orang-orang di sekelilingnya.

Pendelegasian tugas dari seorang pimpinan berkarakter emas, dapat meningkatkan kepercayaan diri dari setiap orang yang didelegasikan. Pada gilirannya ini akan menumbuhkan iklim kerja sama yang sehat bagi sebuah sistem manajemen…*.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *