Anies dan Asian Games 2018 Indonesia

Sejak dibuka hingga hari ini, Asian Games masih memberikan kesan yang cukup baik. Dengan waktu yang cukup singkat, Anies yang baru dilantik menjadi Gubernur Daerah Khusus Jakarta Raya, pada 16 Oktober 2017, terus mulai gebrakan.

Persiapan menyambut asian games menjadi prioritas kerjanya. Kota harus dibenahi. Seluruh aspek harus ditata semenarik mungkin. Karena Jakarta adalah jendela Indonesia.

Bagi pasangan intelektual Anies dan Sandi ini, kota dan masyarakatnya harus berusaha meninggalkan kesan yang baik bagi tamu-tamu yang datang.

Asian Games ke-18 di Indonesia kali ini mengambil tempat dua kota. Yaitu Jakarta dan Palembang. Sebelumnya Indonesia telah pernah menjadi tuan rumah Asian Games yang ke-4, pada tahun 1962.

Turki Indonesia

Ekspresi Anies Baswedan dalam sebuah forum bilateral antara Indonesia dan Turki, di Istanbul

Dari beberapa aspek kualitas Anies, sangat membanggakan dan pantas untuk sebuah tugas besar. Dia menyelesaikan program master pada University of Maryland, Colege Park dengan beasiswa dari Fulbright.

Sedangkan program doktor (Ph. D.) dari Northern Illinois University, USA, pada tahun 1998. juga atas beasiwa yang diperoleh dari Gerald Maryanov Fellow.

Young Global Leader

Anies pernah mendapatkan penghargaan sebagai Top 100 Public Intelectuals, Majalah Foreign Policy, Washington, Amerika Serikat, pada tahun 2008. Sehingga pantas bila dirinya memiliki karakter yang cukup kuat.

Integritas pribadinya juga sangat tegar. Beberapa kali ada pihak-pihak yang ingin mendeskreditkkan dirinya tapi hanya disambut dengan senyum. Dia bergeming dan terus bekerja secara profesional.

Anies pernah dinobatkan sebagai Young Global Leader, oleh World Economic Forum, pada tahun 2009. Dia bukanlah tipikal manusia yang mudah patah. Mudah marah. dan Mudah bertindak balas. Baginya itu adalah perilaku primitif yang tidak perlu ditiru.

Dalam acara pembukaan Asian Games 2018, di Jakarta, Anies terlihat turun langsung menyambut tamu-tamu dari negara peserta. Tapi jauh dari perhatian sorotan kamera media.

Namun dia bukan mencari perhatian kamera. Yang lebih penting baginya adalah mengedepankan marwah serta nama baik negara dan bangsa. Sebagai pimpinan kota yang menjadi tuan rumah Asian Games, ianya harus siap memberikan yang terbaik.

Kultur Integratif

Tradisi kehidupan Anies sarat dengan prestasi. Sejak masih menjadi mahasiswa S1, Anies sudah menerima beasiswa. Pada saat itu Anies mendapat kesempatan untuk mengikuti kuliah musim panas bidang Asian Studies di Universitas Sophia, Tokyo, Jepang. Atas beasiswa dari Japan Airlines Foundation.

Ibu dan Ayahnya adalah akademisi. Bahkan ibunya merupakan seorang guru besar dari sebuah universitas negeri. Kakeknya pahlawan nasional. Pernah dipercayakan menjadi Menteri Penerangan. Dan juga dikenal sebagai jurnalis kawakan.

Anies belum pernah berkelindan dalam politik. Dunianya adalah pendidikan. Tapi orang politik tak mudah mepermainkan dia. Dia benar-benar matang.

Lama berkecimpung di dunia politik tidak jaminan membuat berpikir lebih dewasa. Di sini bukan semata jam terbang. Tapi karakter dasar dan pendidkan di lingkungan keluarga sangat menentukan. Inipula yang akan membentuk dirinya di kemudian hari.

Anies hidup dalam kultur integratif. Perpaduan antara intelektualitas akademisi dan kesalehan Arab, serta keluhuran budaya Jawa.

Inilah bekal yang membuat kepribadiannya kuat, sabar, dan tetap tenang dalam menghadapi masalah…*.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *