Felix Xiauw

Felix Siauw

Nama aslinya Xiauw Chen Kwok. Itu pemberian orang tuanya. Wajahnya tampak sumringah. Enteng senyum. Bersih dan memang enak dipandang. Meski dari kelurga kaya, tapi tetap sederhana. Apa adanya. Gurat kebandelan memang ada. Tapi sirna oleh kebaikannya saat ini. Dengan latar berkecukupan semasa SMA, Felix suka pamer barang pemberian orang tuanya. Dia hidup layaknya anak muda […]... Read More
TNI-AD

TNI di Tengah Dinamika Politik Indonesia

Kamis,tanggal 16 Oktober 2017, Jenderal Gatot hadir untuk mengisi acara sebagai pembicara dalam raker Partai Nasdem, di Jakarta. Ketika memberikan “tausiah” di depan kader Nasdem, Jenderal Gatot hadir resmi sebagai Panglima TNI dalam balutan PDH. Keesokan harinya, media “status quo” langsung menyajikan berita yang mengagetkan semua yang bersimpati kepada jenderal intelektual ini. Intinya, Gatot menghendaki […]... Read More
Bumi datar1

Bumi Bulat versus Bumi Datar

Tiga ratus tahun sebelum Masehi, Aristoteles sudah menyatakan bentuk bumi yang berupa bola kasti. Kemudia hasil pemikiran Aristoteles terkubur setelah bertahan hanya dalam bilangan tujuh tahun berikutnya. Sebelumnya, konsep bumi bulat pernah mencuat ketika Pythagoras mengemukaan pendapatnya sama. Meskipun demikian, konsep bumi datar kembali menguasai pola pikir masyarakat ketika memasuki abad helenistik. Jauh berabad sebelumnya […]... Read More
Ikan Paus 2

Fenomena Paus Terdampar Di Aceh

Ada berbagai cerita dari masyarakat, menanggapi fenomena alam seperti hadirnya beberapa ekor paus di area dangkal perairan Aceh. Di tahun 2004, beberapa hari setelah itu, maka gempa bumi yang disusul tsunami dahsyat memorakporandakan Aceh. Hari-hari belakangan ini masyarakat Banda Aceh kembali dikunjungi paus yang datang bergerombol hingga 10 ekor. Masyarakat pun mulai mereka-reka gerangan apa […]... Read More
Alexis

Akhir Petualangan Alexis

Tindakan personifikasi diri dengan sesuatu yang sakral, sudah terjadi sejak dulu kala, di negeri mana pun di dunia. Di Indonesia Soekarno pernah mempersonifikasi dirinya layaknya raja dengan gelar “paduka yang mulia”. Sehingga ketika Bung Karno punya beberapa garwo dari beberapa kali pernikahan, tidak ada seorang pun yang berani mengeritiknya. Maklum karena yang punya istri banyak […]... Read More