Bunga Rampai, Jogja Istimewa 0 comments on Spesialis Karburator Yogya

Spesialis Karburator Yogya

Kendar karbureter dan throttle
Kendar, merupakan bengkel khusus yang sangat dikenal luas untuk memperbaiki karburator di Yogyakarta

Ingat karburator ingat Kendar. Kira-kita begitu gambaran dari orang-orang bengkel di daerah Yogyakarta.

Begitu juga bagi pemilik sepeda motor, yang kendaraannya sering mengulah.

Karburator adalah ibarat jantung bagi kendaraan. Dia berfungsi untuk memproses pencampuran bahan bakar dengan udara. Sehingga bisa terjadi pembakaran yang dicetus oleh busi

Masalah karburator rusak adalah masalah pokok. Jalan pintas adalah beli baru. Di pasar tersedia mulai karburator asli, KW-1, KW-2 hingga KW-3. Yang aman adalah mengganti dengan yang asli.

Bila hanya sekadar ganti carburator kits, selesai masalah. Harganya tak seberapa. Meski yang asli sekali pun. Tapi muncul pertimbangan harga bila harus mengganti karburator asli secara utuh.

Indikasi kerusakan karburator dapat dilihat dari pembakaran yang tidak sempurna, konsumsi bahan bakar boros, atau bahkan sampai pada seringnya banjir dan bahan bakar bocor (overflow).

Bengkel khusus

Solusi paling mudah adalah datang ke Kendar. Bengkel khusus penyakit karburator ini sudah dikenal hingga ke luar daerah Yogya.

Gaung namanya dibawa oleh masarakat yang pernah menggunakan jasanya. Mereka adalah yang dulunya pernah menjadi mahasiswa di Yogyakarta.

Kendar bermula pada tahun 1981. Pak Kendar yang bernama asli Indar Surahmadi adalah teknisi pada sebuah bengkel di Gondomanan. Hasil kerjanya selalu memuaskan. Sehingga pelanggan bengkel tersebut semakin bertambah.

Pada tahun 1990, Pak Kender berhenti dari bengkel tersebut dan berusaha membuka bengkel sendiri di rumah. Rumahnya di Kampung Danunegaran, Pojok Beteng Wetan, terletak di dalam gang sempit dan berkelok. Tapi reputasi hasil kerjanya membuat orang-orang tetap mencarinya.

Kecerdasan dan kejujuran adalah kunci sukses bagi dirinya. Pak Kendar tidak pelit ilmu. Sudi berbagi tentang masalah mesin motor dengan pelanggannya. Khususnya lagi tentang karburator. Siapa pun boleh bertanya kepadanya. Beliau akan berbagi dan sangat terbuka sepanjang hal yang diketahuinya.

Perlahan tapi pasti bengkel Kendar mulai terkenal ke mana-mana. Promosi dari mulut ke mulut tak terbendung. Beberapa bengkel juga sering merekomendasikan tempat Pak Kendar sebagai solusi masalah karburtor.

Generasi penerus

Putranya, Berda Karunia Putra, yang biasa dipanggil Mas Berda adalah generasi penerusnya. Kini, bengkel Kendar yang dikomandani Mas Berda tetap bertahan dan terus diminati masyarakat pengguna motor.

Dibantu beberapa tenaga teknisi, Berda siap melayani pelanggan. Sifatnya yang tidak pelit ilmu juga menjadi daya tarik bagi bengkelnya.

Sejauh ini, untuk Yogyakarta belum ada yang bisa menandinginya. Setiap ada masalah karburator asosiasi orang adalah Kendar. Memang sepertinya tidak ada alternatif bengkel lain.

Dari hasil mengobrol, menunjukkan Berda memiliki pengetahuan yang sangat dalam. Dia sangat mengerti filosofi karburator. Bahkan bisa mengerti karakter masing-masing model yang digunakan. Tahun keluaran dan merek juga banyak memberi pengaruh dan perbedaan dari masing-masing karburator.

Karena kemampuannya Berda tidak segan-segan memodif sistem aliran dari tanki bahan bakar hingga masuk ke rumah karburator. Hasilnya biasanya menjadi jauh lebih baik.

Dari setiap perbaikan, Mas Berda memberikan garansi selama dua bulan. Tapi itu hanya batas waktu akomodatif. Kita tetap peduli bila kondisi yang diperoleh belum sesuai harapan. “Kita tidak sakleg dengan waktu, silahkan saja datang bila belum baik”, katanya suatu ketika.

Meskipun bisa memperoleh pekerjaan lebih baik lagi dengan bekal ijazahnya, tapi Berda, lebih suka menekuni apa yang telah dirintis orang tuanya. Boleh dikatakan Berda merupakan pakar spesialis karburator…*.

Bunga Rampai, Jogja Istimewa 0 comments on Trivia Lalulintas Yogya

Trivia Lalulintas Yogya

Tugu Pal Putih
Tugu Pal Putih sebagai salah satu landmark Kota Yogyakarta

Yogyakarta bukan hanya sebagai tempat tujuan belajar. Tapi juga sebagai tempat tujuan wisata yang menarik. Meskipun kota pelajar dan banyak orang terpelajar, tapi trafik Yogya memang ruwet.

Tidak banyak pengendara yang sadar berlalu lintas. Sebagian tidak berpegang pada etika di jalan raya. Dasi dan mobil mengkilap pun bukan jaminan, berlaku tertib.

Di perempatan lampu merah ada yang tetap jalan, meski sudah merah. Selalu ada buntutnya yang encuri jalan. Padahal salah satu sisi lainnya sudah menyala hijau. Belum lagi, seringkali ditemukan pengendara yang ingin berbelok kiri, tapi berhenti di sisi kanan atau sebaliknya.

Ada juga sisi unik yang lain. Polisi tidur sudah menjadi biasa di seantero Yogya. Jalan ke arah perkampungan selalu ditemukan polisi tidur. Bukan hanya jumlahnya yang yang tidak biasa, tapi tingginya juga lumayan.

Ini dapat dirasakan sebagai ungkapan geregetan masyarakat yang tinggal di sekitar itu. Tujuannya untuk meredam kecepatan setiap pengendara yang melewati jalan itu.

Para pelancong yang sedang berkendara di Yogya, jangan terlalu percaya pada lampu sain. Itu bukan jaminan untuk memudahkan berbelok.

Ketika hendak berbelok ke kiri, misalnya, tetap perlu berhati-hati. Meskipun kondisi dianggap aman. Karena bisa terjadi sekonyong-konyong masih tetap ada yang akan menerabas di sisi kiri kita.

Tidak ramah

Lalu lintas Yogya termasuk tidak ramah pejalan kaki. Untuk menyeberang di zebra cross saja sedikit kesulitan. Mungkin karena banyak yang tidak menyadari fungsi rambu ini.

Kota yang banyak didominasi mahasiswa ini, tak mudah berlalu lintas. Tipikal pengendaranya rada-rada unik. Sulit diperkirakan.

Kadang keluar dari sisi jalan setelah parkir saja sulit. Aba-aba dan sinyal dari petugas parkir sering tak digubris. Begitu juga sikap pengguna jalan terhadap Pak Ogah.

Kelihatannya soal etika berlalu lintas perlu diperhatikan. Perlu dipikirkan adanya materi pembekalan bagi setiap mahasiswa baru.

Pola berlalu lintas anak-anak baru ini tidak seragam. Sangat tergantung pada kondisi lalu lintas di daerah asalnya. Mungkin ini yang mendorong banyaknya jumlah polisi tidur di mana-mana.

Ah…, sudahlah sebagian orang-orang tua dan dewasa juga kadang setali tiga uang dengan anak-anak yang masih berstatus mahasiswa.

Bila kita harus waspada terhadap pengguna jalan yang laki-laki, maka untuk pengendara perempuan harus lebih waspada lagi. Karena Emak-emak dan Mbak-mbak biasanya lebih mengenal gas daripada rem, lampu sain, dan kaca spion…*.

Bunga Rampai, Jogja Istimewa 0 comments on Bakpao Yogya dan Salak Sulaiman

Bakpao Yogya dan Salak Sulaiman

Menjajakan bakpao
Meskipun sebagai pedagang bakpao, namun optimistis dan semangat juangnya sangat tinggi

Ini pertemuan tidak sengaja. Pagi itu saya mengantar istri belanja di pasar.Sambil menunggu saya duduk bersila di atas talut penyangga setinggi 1 meter.

Tak lama muncul anak muda penjaja bakpao. Dia baru empat hari di Yogya. Dia asli Lumajang, Jawa Timur.

Dari ceritanya, selama di kota asalnya, sudah banyak profesi yang dilakoninya. Juragan salak, jadi supir, hingga jualan kecil-kecilan.

Kelihatannya dia sangat aktif. Tidak mau diam berpangku tangan. Seperti banyak anak muda seusianya.

Tiba-tiba dia bertanya tentang salak. “Pak, kalau salak Sulaiman di mana itu Pak…”? Beberapa detik saya terdiam. “Ndak tau saya Mas”, jawab saya.

Menurut pengamatannya salak Sulaiman asal Yogya ukurannya lebih besar daripada salak Lumajang. Harganya jualnya juga lebih mahal. Kesan saya dia menguasai seluk beluk dunia persalakan.

Tapi tentang salak Sulaiman saya masih tetap bingung. Apa gerangan maksudnya…? Tanpa sengaja saya jadi ingat jika di Yogya selama ini dikenal salak Sleman (Turi). Bukan salak Sulaiman. Saya jelaskan ke dia. Oh, ternyata Sulaiman maksudnya Sleman.

Dari cerita-ceritanya, memberi kesan dia optimistis. Dia punya visi yang baik tentang dunia dagang. Setidak-tidaknya untuk skala dagangan yang dia geluti.

Tiba-tiba telepon genggamnya berdering. Saya sedikit terkesima dia menggunakan smart phone merek berkelas. Kisaran harga di atas 7 juta-an. Tapi dalam pandangan,saya itu sesuatu yang pantas. Dia mendapatkan itu semua dari hasil keringatnya sendiri.

Satu kalimat yang dapat saya tangkap darinya adalah: “orang berhasil itu dari pemikirannya. Kalau pemikirannya belum dewasa sulit berhasil”. Kalimat itu memang sungguh keluar dari mulutnya.

Ternyata dari pedagang bakpao kita pun bisa mendapatkan pelajaran. Padahal usianya masih sangat muda…*.

Jogja Istimewa 0 comments on Megaparty Indonesia 2017

Megaparty Indonesia 2017

Ini bukan perkawinan yang dilaksanakan oleh keluarga Megawati, presiden RI yang kelima. Melainkan cerita sebuah hajatan perkawinan anak perempuan satu-satunya Presiden Jokowi, yang berlangsung tanggal 8 November 2017 lalu.

Acara ini terbilang spektakuler untuk ukuran Indonesia; sangat menakjubkan. Disiarkan langsung oleh seluruh TV swasta di Indonesia. Sehingga dapat disaksikan oleh mayarakat Indonesia di mana pun mereka berada.

Ada 8000 undangan resmi yang disebarkan kepada berbagai pihak. Kalau dihitung-hitung, lima kali lipat lebih besar dari ketentuan yang pernah diucapkan presiden sendiri.

Pesta perkawinan tersebut seperti memberikan isyarat tentang keadaan pertumbuhan ekonomi sesungguhnya dari negeri ini. Sebagai barometer, yang menunjukan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini benar-benar dalam keadaan sehat walafiat.

Pernikahan Agung
Suasana “Pernikahan Agung” putri Sri Sultan Hamengkubuwono X – Raja yang dicintai rakyatnya

Kepala negara RI sebelumnya juga pernah menggelar acara serupa. Pak Harto, misalnya, pernah melaksanakan hajatan walimahan bagi putra-putrinya. Demikian juga SBY melaksanakan perhelatan perkawinan dua orang putranya. Tapi mungkin tidak semegah acara ini.

Di belahan dunia lain pernah ada “royal wedding” bagi acara perkawinan beberapa pangeran dari Kerajaan Inggris atau Raja Thailand yang juga membuat acara pernikahan di lingkungan istana. Acara semacam itu memang menyita perhatian masyarakat dunia.

Bagi masyarakat umum, acara “The Royal Wedding“, yang disaksikan tersebut terkesan sangat mewah. Tapi bagi sebuah kerajaan yang kaya raya, perhelatan demikian masih tergolong sederhana. Bahkan biasa-biasa saja.

Kereta kencana

 Acara di Solo diawali dengan sebuah kirap pengantin diiring beberapa kereta kencana yang berhias ornamen Kerajaan Mataram atau Kasunanan Surakarta.

Tidak ketinggalan dimeriahkan oleh pemanfaatan beca sebagai alat transportasi sederhana milik rakyat kebanyakan. Juga ada penyediaan suttle bus untuk antar jemput para undangan.

Akan tetapi kebanyakan mata, lebih tertuju pada penggunaan kereta kencana yang mengangkut mempelai dan keluarga. Karena di sinilah letak nilai yang terkandung di dalamnya.

Yang hadir di sana juga tumplek bleg, –dari berbagai kalangan. Ada para gubernur, pejabat setingkat menteri serta dari DPR RI. Ada juga para selebrita lokal Indonesia, serta duta besar dari negara sahabat dan lainnya yang tidak dapat dirinci.

Perkiraan jumlah orang yang hadir bisa lebih dari 8.000, karena mengikutsertakan masyarakat umum, tim relawan, serta penggembira yang mungkin datang ingin menyaksikan dari dekat. Benar-benar sebuah megaparty

Untuk sebuah pesta yang akan dilaksanakan oleh setiap pejabat, memang ada pembatasan jumlah undangan yang diperkenankan. Hanya diperbolehkan untuk 400 orang. Mungkin hal ini dimaksudkan agar para pejabat dapat memberikan contoh yang baik. Jangan bermewah-mewah.

Karena yang membuat ketentuan tersebut adalah presiden, maka wajib ditaati dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh pajabat di lingkungan pemerintahan.

Royal Wedding

Dibandingkan mobil sedan bermesin tipe V: 8 silinder, atau Roll Royce, atau Ferrari, misalnya, nilai untuk menyolek dan menyediakan kereta kencana lengkap dengan kusir dan kudanya, mungkin tak ada apa-apanya. Tapi simbol kereta kencana memberikan pengertian lain.

Pelaksanaan pernikahan putra Kerajaan Inggris dimeriahkan dengan kehadiran RR Limousine buatan dalam negeri, yang memiliki harga fantastis, dan tentu saja lengkap dengan kereta kencana.

Kehadiran kereta kencana di dalam setiap acara kerajaan biasa dilihat sebagai perlambang aristokasi, dalam kemasan modern. Inggris adalah negara kaya di dunia yang bercorak aristokrasi dengan sistem parlementer.

Di Indonesia, tradisi kirab kereta kencana biasanya dapat disaksikan di lingkungan Kerajaan Mataram, atau mungkin dari Kasunanan Surakarta.

Masyarakat pun dapat menyaksikan sendiri ketika Sultan Hamengkubuwo X melaksanakan hajatan upacara “pernikahan agung” bagi putrinya, beberapa tahun yang lalu.

Namun yang terjadi di Solo merupakan sesuatu hal yang baru terjadi. Karena dilakukan oleh orang yang berasal dari luar dinding keraton. Meskipun bagi mata yang menyaksikan perhelatan ini, terlihat mewah, tapi dalam penilaian pihak yang berhajat, ini adalah sesuatu yang sederhana.

Pesta perkawinan ini, telah menggeser definisi daru kata “sederhana” ke dalam takaran yang lebih progresif. Berbeda dengan batasan sederhana yang selama ini dipahami oleh orang kebanyakan.

Dalam kaidah bahasa Indonesia dikenal sebuah perbandingan superlatif, sehingga kata sederhana terbuka untuk diklasifikasi sebagai: tidak sederhana-kurang sederhana-cukup sederhana-paling sederhana dan sangat sederhana.

Tinggal masyarakat yang memilih tingkatan mana yang bisa disesuaikan dengan anggaran yang mampu disediakannya. Tak perlu bermewah-mewah. Karena sesungguhnya, secara sederhana juga memang tidak murah…*.