Olahraga, Ragam 0 comments on Apa Salahku…, Ramos…???

Apa Salahku…, Ramos…???

Mohamad Salah
The Portugal international who plays for Real Madrid has a sporty and empathetic attitude

Zidan is right. This match is not Ronaldo against Salah. But Madrid against Liverpool. Zidan’s signal tells that, every player is valuable. Have the same ability.

Bale and Karim, almost rarely make goals lately. The mainstay of the Spanish capital is always Ronaldo. From day to day.

Age does not make him dim. His kick was 85 percent accurate. and probabilits being a goal well above other player kicks.

The final game yesterday Ronaldo play lightly. No burden. The guarding for him also seemed loose. But in the second half Bale craze. The hair-like jabrik like Karius presents two goals for Zidane and Madrid lovers.

This victory is not just a supporter of Liverpool who cried. But make Barca fanatical supporters heavy goiter. The enmity of Catalunia with Madrid spread to drag the fans around the world.

Elan vital

This Olimpiyskiy stadium, Kiev, is really unfamiliar to Klopp’s troops. Impressed the new place is influential. Elan vital as when burying the dreams of Rome and Manchester City, really flying. Liverpool controlled less than 40 percent. Kehebatan Liverpoor as if exposed enchanted Zidane.

Madrid look perfect. Old Bale and Karim even played great. Though it’s a feedback from the Karim blunder.

Wrong, had to cry. Mane and Firmino who looked canglak so far lost the trengginas. Lucky Teungku Mane can steal a goal.

But this is not burying the spirit of Madrid. Or can give an injection of spirit for Liverpool. Lost wrong is a disaster

Old troops, who have been poor across the Champions League is actually rejoicing. Around 14 combatants in the Madrid squad once fought in this prestigious league. They are veterans of the Champions League.

While the Liverpool players, all of them, just this time feel the final fight in this championship. For Karius, the Liverpool goalkeeper, reaching the final of the Champions League is a dream come true.

He must surrender picked up the ball three times from the net. Decorated the celebration of Madrid’s joy. The fruit of his own carelessness.

The most filthy player

Madrid hero that night legitimately belongs, Ramos. His task as destroyer repeated it well. Coldly he drove Salah out of the field. For the rest of the game, the burden of Madrid’s defense is reduced.

Every prestigious game, Ramos did not hesitate to work on potential opponent players. This time it’s wrong to feel it.

In the note, Sergio Ramos is the most squalid player in Europe. Some even nicknamed him as a rancid player. Total acceptance of cards for him as much as 37. More than ever received players any part of the world. Two of them are direct red cards to throw them out.

What to do with Salah, may be a technical scheme of “wrestling” locks that are deliberately trained. Flicking a hand as he dropped to clamp hands. Locked one.

Wrong grimace and cry sobbing. While Ramos, can still laugh sumringah when Salah guided out …. What is my fault …, Ramos … ???

That’s how football, the beauty of the art of playing, often tainted with ambition to seize victory … *.

Olahraga, Ragam 0 comments on Salah.., salah…, Liverpool Juara

Salah.., salah…, Liverpool Juara

Liverpool Real Madrid
Pertemuan antarkota-antarnegara, Liverpool dan Madrid. Menguji gengsi Inggris dan Spanyol

Minggu, 27 Mei 2018, atau 26 Mei waktu setempat, menjadi babak baru bagi perseteruan Madrid dan Liverpool.

Kompleks Olimpiyskiy National Sports di Kiev, Ukraina, akan menjadi tempat hajatan sepakbola dari dua musuh yang sudah empat tahun tidak bertemu.

Pertemuan Final Piala Champions pernah terjadi pada musim 1980/1981, dan Liverpool berhasil menjadi juara setelah membobol gawang Madrid, dengan skor 1-0, pada waktu menjelang akhir babak kedua injuri.

Secara statistik, dalam lima kali pertemuan keduanya, Liverpool, berhasil memenangi pertandingan sebanyak lima kali.

Terakhir terjadi dalam fase grup Liga Champions 2014/2015, dengan dua kali kemenangan bagi Real Madrid. Tapi beda Liverpool dulu dan Real Madrid sekarang. Real yang bertabur bintang merasa di atas angin. Ronaldo masih sebagai tumpuan.

Dianggap kuda hitam

Liverpool datang sebagai kuda hitam. Catatan rekor gol Salah, sangat kinclong. Tapi Salah bukan bintang. Under etimate terhadap Salah bisa berbuah sial.

Ronaldo meski masih tajam tapi usia sudah tidak muda lagi. Stamina bukan seperti sebelumnya. Sementara Salah sedang bersinar. Pundi golnya masih terus bertambah di liga Inggris.

Di samping gesit, Salah juga “tuah”. Seringkali bola datang menyerahkan diri padanya. Umpan yang diterima sangat goaly. Mudah diceploskan.

Mengawal Salah secara ketat juga beresiko. Ini berarti membiarkan Fermino dan Mane yang sama tajam bebas gentayangan. Trio penjebol Liverpool ini memang luar biasa. Ketiganya bermain sangat padu. Saling mengumpan dan tidak serakah.

Benzema, Bale dan Ronaldo sudah mulai dimakan usia. Sulit menaklukkan Virgil yang masih kuat. Virgil mampu berduel all out dalam bola bawah atau umpan panjang. Permainannya tenang. Dalam keadaan tertekan sekalipun. Di bawah mistar, ada Loris Karius.

Kekuatan sepertinya berimbang. Kurius walau tidak terkenal tapi cekatan. Penyelamatannya sering fantastis. Dia salah satu kiper terbaik di liga Eropa saat ini. Usianya masih 25 tahun. Terpaut 7 tahun dengan Keylor Navas, kiper Real Madrid.

Real Madrid bersalah jika menganggap diri di atas angin. Liverpool meski peringkat 4 EPL tapi penuh ancaman. Salah sering mampu membodohi back kelas dunia dari klub Eropa. Permainannya yang polos sukar ditebak.

Kepolosan Salah

Kepolosan Salah sudah “dinikmati” oleh pertahanan Roma, Bayern dan Manchester City. Tiga klub ini elitnya Eropa. Tapi gol dari kaki Salah sulit dibendung.

Ramos juga sudah tak muda. Nama kebintangannya sudah memudar. Senjata Ramos yang menguntungkan Madrid adalah suka diving. Cari kebaikan hati wasit. Juventus pernah dipoklek oleh ulah diving dia.

Liverpool sangat menarik. Madrid juga masih apik. Di balik itu ada terselip pertarungan dua North African. Salah dari Mesir. Zidan dari Aljazair.

Kemampuan Zidan mengolah bola jempolan. Salah belum ada apa-apanya. Tapi kali ini Zidan jadi komandan pinggir lapangan. Sedangkan Salah sedang dalam kondisi baik. Produktivitas golnya sangat baik. Dia telah menyumbangkan 44 gol bagi Liverpool. Sepuluh di antaranya terjadi di Liga Champion.

Klopp tak begitu mudah ditebak. Di samping taktis Klopp sangat percaya pada kemampuan pemainnya. Improvisasi pemain sangat dihargainya. Polanya tidak sakleg. Bisa berkembang sesuai kebutuhan.

Madrid sedikit gamang. Banyak bintang malah membingungkan. Keliru kombinasi bisa fatal. Salah-salah bisa berakibat fatal.

Dan akibatnya, Salah bukan hanya akan menjadi bintang Anfield. Tapi juga akan menjadi pahlawan Inggris yang pantas dikenang.