Film 0 comments on Running Man Semakin Memikat

Running Man Semakin Memikat

Tak semua penggemar RM sudah lama bersentuhan dengan serial varity show asal Korea ini. Ada yang sudah sejak diluncurkan pada 2010 sudah menjadi penggemar RM, ada pula yang baru hanya mengikutinya sejak setahun yang lalu.

Akan tetapi semuanya sudah memperoleh kesan yang sangat mendalam dan selalu “ketagihan” untuk terus menunggu episode demi epidode, yang akan menjadi agenda tontonannya.

Yang paling menarik dari RM adalah penampilan 7 orang anggotanya yang settle sejak tahun 2011, dan bisa bertahan untuk tampil bersama hingga episode terakhir Februari 2017.

Banyak kelebihan RM yang tidak ditemukan dalam VS yang lain. Apalagi kalau sampai membandingkannya dengan VS made in Indonesia. Masih jauh. Agak memprihatinkan; sangat menyedihkan.

Running edisi baru
Running man dengan tambahan dua anggota baru, ternayata lebih memikat

Korea Selatan barangkali hampir bersamaan dengan Indonesia memulai industri perfileman dan hiburan. Hanya saja yang sana lebih menekuninya dengan sungguh-sungguh; sementara yang sini asal-asalan.

Asal jadi, asal bisa dapat uang. Mutu dikesampingkan karena yang menjadi sasaran penontonnya adalah orang awam. Masyarakat yang hanya sekadar menikmati saja, untuk pengisi waktu.

Prinsip Traceability

Korea Selatan merancang sebuah produksi dengan prosedur yang sangat ketat. Semua perangkat yang terlibat dalam suatu proyek pembuatan film, drama dan varity show, selalu dengan konsisten melewati tahap-tahap yang sudah baku, yang telah disepakati bersama.

Dengan demikian segala sesuatu yang terjadi selama proses, dapat dikendalikan dengan baik dan seragam, sehingga gampang ditelusuri (traceability), bila ada kejanggalan.

Penentuan naskah adalah tindakan yang tidak spontan melainkan harus terlebih dulu melalui sebuah proses pengkajian, pendalaman dan evaluasi yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh unsur produksi yang terlibat.

Meskipun penulis dan produser, memiliki tanggung jawab yang berbeda, akan tetapi mereka memiliki kepedulian yang sama untuk menghasilkan karya yang bagus.

Latar belakang pendidikan pemain dan seluruh perangkat yang terlibat dalam sebuah produksi juga cukup memadai. Sehingga segala bentuk diskusi dan pembahasan sangat mudah dilakukan.

Logika keilmuan selalu dibutuhkan dalam setiap proses. Karena setiap karya yang dihasilkan akan menjadi konsumsi publik. Bukan ditonton sendiri oleh pihak produsernya.

Karena sangat disadari setiap tontonan ada dampak bagi penonton. Sisi psikologis masyarakat harus menjadi pertimbangan. Selain itu setiap karya harus menjadi media yang mencerdaskan. Bukan sebaliknya.

Seluruh aspek dalam jalur cerita harus dipertimbangkan secara matang. Tidak cukup membiarkan berkembang tanpa kendali. Bila pun ada improvisasi itu karena memang pendukungnya sudah memiliki bekal yang cukup dari segi intelektual.

So Min dan Se Chan

Pemain sangat paham bahwa setiap pertunjukan atau dalam bentuk drama, bertujuan untuk menghibur sekaligus bisa memberikan wawasan yang positif. Bila VS mengandung unsur lawak, maka akting dan setiap relasi spektasi semata-mata untuk membuat penonton senang dan terhibur sampai bisa ketawa. Ada unsur humor yang memikat.

Bukan seperti yang berlaku dalam VS tv di Indonesi yang cuma membuat pemain senang, sambil ketawa-ketawa. Namun di sisi lain, apa yang disajikan bagi penonton sungguh tidak terasa lucu. Jadi, pemainnya cuma menertawai diri sendiri.

Banyak yang merasa gembira, RM tidak jadi stop produksi. Tak terkecuali bagi para penggemar Korea yang tinggal di Indonesia. Mereka tidak jadi kehilangan salah satu tontonan favoritnya.

Kasus mundurnya Gary memang berdampak terhadap penggemarnya. Apalagi kemudian Jong Kook dan Ji Hyo pun sempat digusur dari barisan. Kasus ini, bikin para fans seluruh dunia sempat dibuat kaget. Tapi, alhamdulillah Jong Kook dan Ji Hyo bisa kembali diminta bergabung.

Jika tidak, sulit dibayangkan kekecewaan penggemar. Yang jelas akan berdampak kepada nasib RM untuk episode berikutnya. Akan terjadi penurunan jumlah penggemar itu sendiri.

Dengan penambahan dua anggota baru, So Min dan Se Chan, bukan lah pilihan yang salah; kehadiran mereka, ternyata memang tidak sia-sia. Keduanya, seakan melengkapi watak yang perlu dihadirkan dalam setiap episode RM. Sangat berpengaruh bagi memberi penguatan tiap penampilan RM secara keseluruhan dalam episode berikutnya.

Meskipun demikian kehadiran Jeon So Min dan Yang Se Can tidak akan mempu menggantikan sosok Gary (Kang Hee Geon) yang sebelumnya sudah menjadi salah satu bintang di RM.

Running Man memang selalu di hati…. Peyajian RM benar-benar hidup dan mengalir. sehingga pantas untuk dinikmati…*.

 

Bunga Rampai 0 comments on Ada Apa Dengan Running Man…?

Ada Apa Dengan Running Man…?

Pertunjukan yang dikemas dalam varity show dengan label Running Man (RM), telah menyita banyak perhatian penonton televise yang berada di belahan dunia mana pun. Tak terkecuali, Indonesia.

Di Korea sendiri, sebagai asal produk ini, RM juga memiliki tempat tersendiri di hati para penggemarnya. Dari berbagai lapisan usia dan profesi.

Para pemainnya pun seperti sudah menjadi ikon yang diidolakan dengan kekhasan yang mereka miliki. Kedatangan mereka melalui episode baru selalu ditunggu-tunggu.

Gary, Jong Kook dan Ji Hyo sebetulnya sudah memiliki pesona tersendiri di mata penonton Running Man. Kehadiran seluruh pemain RM, telah saling melengkapi untuk mengisi setiap celah kekurangan yang ada pada masing-masing anggota, sehingga ketika disajikan akan membuat rangkaian cerita menjadi utuh dan menarik untuk dinikmati.

Persahabatan tiga profesional

Kebersamaan selama lebih dari enam tahun, berakhir dalam kabut misteri running man

cialis levitra online

Identitas RM tidak bisa dipisahkan dari ketujuh pemain yang dimilikinya saat ini. Setiap pemain menawarkan sesuatu yang membuat penonton menjadi terhibur. Setiap anggota RM seperti telah mengapling penggemarnya sendiri-sendiri. Mulai dari anak remaja mahasiswa dan orang-tua yang rajin mengikuti RM.

Keluar dari RM

Keluarnya Gary dari RM sejak Oktober 2016 yang lalu, menjadi pukulan bagi penggemarnya. Daya tarik Gary terletak pada sikapnya yang culun, lugu dan selalu tampil apa adanya.

Meskipun populer, dia tidak tampak terlalu berlebihan dalam mejalankan peran kesehariannya. Apa yang tergambarkan di layar kaca, begitu pulalah kira-kira sifat aslinya.

Jong Kook, memiliki daya tarik yang berbeda dengan lainnya. Kekuatannya membuat dia dijuluki sebagai macan: tiger. Dalam permainan melepaskan tag nama, dia sering memenangkannya, karena memang, di antara pemain RM Jong Kook adalah salah seorang yang rajin menjaga kebugaran tubuhnya. Dan itu membuat dia kuat.

Anggota RM yang mampu menaklukkannya cuma Ji Hyo. Di depan Ji Hyo atau pun melawan perempuan lain Jong Kook, selalu mengalahkan dirinya. Sifatnya yang pemalu juga mendorong dia bersikap demikian.

Jong Kook, yang digambarkan dekat dengan ibunya, sangat menghormati perempuan. Meskipun juga populer sebagai penyanyi, tidak membuatnya tinggi hati. Jong Kook juga sangat penyayang. Akting yang terlihat garang dalam RM, hanyalah tuntutan yang harus dilakoninya.

Sri panggung RM

Ji Hyo merupakan primadona dalam RM. Dia satu-satunya wanita yang ikut melengkapi jumlah tujuh orang anggota. Meski banyak episode seperti menunjukkan kualitas intelektualnya yang lowbat, terkesan dungu, tapi sebalik itu, sebetulnya Ji Hyo juga termasuk cerdas.

RM membuat Ji Hyo lebih terkenal dibandingkan perannya sebagai bintang film. Selalu dekat dengan Gary memberi nilai tambah bagi keduanya. Sebutan monday coouple, menjadi mereka sebagai ikon kisah cinta yang indah, tapi malu-malu dan tak berujung. what does cialis pills look like

Penonton pun tak peduli jika kedekatan mereka semata-mata sebagai wujud profesionalisme dalam bekerja.

Bawaan Ji Hyo yang kenes membuat penonton gregetan; gemas. Apalagi kecantikannya juga masuk dalam kategori rata-rata sebagaimana kecantikan yang dimiliki oleh bintang wanita Korea lainnya.

Dalam banyak episode, sering Ji Hyo terlihat garang dan sadis. Sasarannya lebih sering terhadap Kwang Soo, yang merupakan anggota termuda dari RM, tapi “menyeleneh” dan full gaya.

Selain itu kebiasaan “berkhianat” Kwang Soo, juga membuat Ji Hyo pantas untuk memberikan “pelajaran” kepadanya.

Jaga imej viagra e cialis genericos

Karakter asli anggota RM tidak seutuhnya mampu disembunyikan. Karena produksi maraton setiap hari senin, maka rutinitas itu telah menjadi habitual, yang selalu dijalani oleh seluruh anggota dan kru RM.

Tidak ada lagi “jaga imej” atau untuk menutupi watak bawaan masing-masing. Semua jadi tampak apa adanya ketika tampil dalam setiap episode.

Tuntutan acting hanya berpengaruh kecil dalam menggambarkan anggotanya. Yang agresif, kelebihan gaya, pemarah, pemalu, culas, sok tahu dan sikap menonjolkan diri bisa terlihat oleh penggemar RM di manapun berada.

Tak selamanya mampu dan ingin ditutupi. Karena “campur sari” ini pula lah yang membuat tiap episode RM enak ditonton. Ibarat pelangi yang indah. Penangkapannya dari penonton pun campur aduk. Ada yang kesal, senang, sedih, bahkan penasaran. Tergantung kecenderungan penonton terhadap masing-masing anggotanya.

Keputusan Gary meninggalkan RM masih berselimut misteri. Alasan fokus ke karirnya sebagai penyanyi, tidak selamanya benar. Karena Gary pun masih bisa berkarya disela-sela waktu jeda produksi RM. Hanya Gary tahu apa gerangan yang terjadi

Belakangan santer berita tentang “diberhentikan” Jong Kook bersama Ji Hyo. Konon secara “sepihak”. Bagi penggemar RM serta yang menyukai Jong Kook dan Ji Hyo, kabar ini bagai petir di siang bolong.

Ikon Runing Man

Tak habis pikir. Mereka yang telah menjadi ikon dan memberikan ciri khas bagi RM selama 6 tahun pengabdian, justru dikeluarkan tanpa ada kejelasan dari pihak produser (SBS). Meskipun pengakuan produser (SBS), bahwa semua telah dibicarakan sebelumnya. cialis coupon 2017

Membangun imej, dengan menghadirkan anggota pengganti, meskipun dari orang yang sudah terkenal, tentu tidak mudah dan membutuhkan waktu yang panjang. Sulit bagi penggemar untuk beradaptasi dengan lakon yang ditampilkan oleh “pendatang” baru.

Yang sudah pasti malah, penggemar Kang Gary, Jong Kook dan Ji Hyo, akan balik badan untuk meninggalkan RM secara beramai-ramai.

Selama ini penggemar RM datang dengan berbagai alasan. Bila kini dia kehilangan idolanya, maka perhatian kepada RM berangsur-angsur akan berkurang. Bahkan nantinya akan ditinggalkan sama sekali.

Paling tidak, bagi penggemar Kang Hee Geon (Gary), Kim Jong Kook dan Song Ji Hyo, running man bukanlah sebagai sesuatu yang prioritas seperti sebelumnya. Running Man dapat dipastikan akan pindah ke kelas yang lebih rendah, di mata mereka….** cialis tablets

Bunga Rampai 0 comments on Running Man, Sebuah Pencapaian Yang Mencengangkan

Running Man, Sebuah Pencapaian Yang Mencengangkan

Ini merupakan variety show yang sangat mengagumkan. Episodenya terus mengalir dengan ide-ide cerita yang baru, tapi tetap membumi. Sangat dinamis dan jauh dari eksplorasi tubuh wanita-wanita montok. Ciri yang selalu ditampilkan adalah melepaskan name tag pemain lawan. Meskipun sederhana, akan tetapi para penggemarnya tetap setia mengikutinya.

Sejenak flash back. Kita sering melihat cerita dalam tiap film Warkop, yang ditonjolkan adalah wanita yang setengah telanjang, bahenol dan seksi. Terus ketawa ketiwi. Miskin kreavitas. Eksploitasi wanita seksi selalu kental terlihat di tiap episodenya.

Dulu pernah ada sekuel film lucu yang datang dari Prancis. Pembuatan film ini lumayan serius. Lokasi dan properti yang disediakan terbilang berbiaya tinggi. Grup Les Charlots yang terdiri dari Gerard Rinaldi, Jean-Guy Fechner, Sean Sarrus dan Gerard Filifelli membawakan peran kocak dengan santai. Padahal sejatinya mereka berangkat dari sebuah grup musik handal di Prancis. Hanya dengan acting serta celotehan sederhana, sudah cukup membuat penonton tertawa. Bukan diatur supaya tertawa seperti berlaku dalam variety show di tv Indonesia.

Film yang tak kalah kocak lainnya adalah Mr. Bean. Kayaknya manusia alien ini sengaja di”jatuh”kan ke bumi untuk membuat penduduk bumi terbahak-bahak. Jelas, properti dan tempat shooting yang berpindah-pindah akan menyerap biaya yang luar biasa besarnya. Mr. Bean yang sebetulnya seorang cendekiawan memiliki bakat kocak dengan penampilan culun dan muke blo’on. Ciri khasnya adalah “mendengus” dengan mimik yang rada-rada “bego”.

Keceriaan kru Running Man
Kekompakan pendukung Running Man di luar dan di dalam acara sebagai modal sukses (런닝맨 RunningMan – https://www.facebook.com/gorunningman/photos/)

Penonton tak pernah jemu meskipun berkali-kali menonton ulang ulah Mr. Bean dalam setiap episodenya. Penggalan-penggalan cerita Mr. Bean yang ada di Youtube, di antaranya ada yang telah mencapai angka hingga menembus 25 juta kali tayang. Ini membuktikan serial Mr. Bean masih tetap digemari khalayak hingga kini.

Di sisi yang lain ada garapan film kocak yang berlabel “The God Must Be Crazy“. Film ini juga ada beberapa sekuel dan hadir dengan ide cerita yang sangat sederhana. Seorang Bushman dari Gurun Kalahari di Afrika sana, menemukan sebotol bekas minuman ringan yang dilempar dari pesawat terbang yang melintas.

Kisah botol dan kepolosan Xi, yang diperankan seorang petani bernama asli Nixau, berasal dari Namibia, terus mengalir, dan membuat orang terpingkal-pingkal sepanjang durasi film. Film ini dibuat dalam empat sekuel dan beberapa serial bagian akhir dibuat di Hongkong dan ditampilkan dalam bahasa bebarapa versi bahasa.

Running Man

Dari Korea ada Running Man yang mengundang decak kagum dan banyak mendapat pujian. Hingga saat ini jumlah episode Running Man telah memasuki angka lebih dari 310 episode. Tapi tetap saja banyak penggemar yang rajin mengikutinya terus menerus setiap keluar episode baru. Tanpa merasa bosan.

Meskipun Running Man dikemas untuk sebuah variety show yang penuh diselingi permainan (game), perlobaan (race) dan adu kesigapan (skip name tag), akan tetapi selalu bisa terselip lawakan yang segar. Dengan kemasan yang lebih dinamis membuat variety show Korea ini memiliki nilai tambah yang sempurna.

Ide-ide dalam Running Man terus mengalir bagaikan air; sangat sederhana, bahkan terkesan kampung. Bukan hanya menjalankan kelanjutan episode berdasarkan ide cerita lokal. Akan tetapi Running Man juga membutikan diri untuk menerima setiap gagasan yang disampaikan penggemarnya yang banyak tersebar di mancanegara.

Tugas pengarah hanyalah mengemas cerita berdasarkan masukan dari para penggemar mereka, terutama yang datang dari kaum remaja dan muda usia. Selebihnya, masing-masing pemain Running Man bisa berimprovisasi secara bebas, hingga terkadang sampai kelihatan watak aslinya. Karena itu Running Man tidak pernah mengalami kekeringan ide. Berpindah-pindah lokasi shooting juga berdasarkan atau melahirkan ide-ide cemerlang yang bermuatan budaya lokal.

Indonesia, Thailand, Vietnam, China dan lain sebagainya merupakan negara yang pernah dijamah oleh para pemain Running Man. Setiap kedatangan mereka ke negara tujuan selalu mendapat sambutan dari masyarakat umum, terutama kaum mudanya. Interaksi dengan lingkungan juga sangat baik. Sehingga sering terjadi secara spontan penonton di lokasi, diajak ikut berpartisipasi di dalam “permainan” yang terdapat dalam kandungan cerita yang akan ditampilkan.

Hasil dari Dubai juga sangat mengesankan. Segenap properti dan kebiasaan lokal digunakan sepenuhnya untuk melengkapi rangkaian cerita. Dua episode yang dilahirkan dari Dubai juga mendapat sambutan yang luar biasa di seluruh dunia.

Prinsip, “apa yang disemai”, maka “itulah yang akan dituai” menjadi bukti bahwa Running Man digemari di mana-mana. Seiap penggarapan Running Man selalu dilakukan dengan kerja keras, serius, fokus dan biaya yang besar. Penyediaan perangkat kamera, kru, pemain, transportasi hingga akomodasi akan menelan biaya yang tidak sedikit. Tapi hasilnya juga tidak mengecewakan produsernya; apalagi fans Running Man yang selalu menanti hadirnya episode terbarunya.

Bahwa hasil yang dicapai sangat mengesankan bagi produser, dapat dilihat dari bagaimana emas sungguhan berupa lantakan pun disediakan pada beberapa episode, sebagai hadiah bagi para pendukung –termasuk bintang tamu– yang memenangkan permainan.

Opera van Java

Sangat berbeda dengan apa yang dapat disaksikan dalam beberapa variety show dari tv Indonesia. Kalau mau jujur cuma Opera van Java yang bisa masuk dalam kategori baik. Permainan Andre, Aziz, Nunung, Sule dan Parto sebagai “juragan”nya, sering tidak mengecewakan. Mereka begitu piawai dalam membawakan peran masing-masing, tanpa dibuat-buat. Bebas, apa adanya, lugas dan kreatif.

Sudah menjadi anugerah mereka dilahirkan sebagai orang yang mampu ber-acting dan meletupkan kata-kata yang bisa mengundang tawa penonton. Andre yang berlatar belakang seorang penyanyi pun mampu mengimbangi permaian teman-temannya yang memang berlatar belakang pelawak. Bukan menertawai diri sendiri; sebagaimana banyak acara serupa yang dapat disaksikan belakangan ini di layar kaca.

Meskipun ada perpindahan lokasi show. Tapi penyajiannya hanya statis di atas panggung. Shooting di Australia beberapa tahun yang lalu juga tak kalah baiknya. Hanya saja program demikian tidak diteruskan.

Akan halnya Running Man yang didukung oleh 7 orang pemain yang datang dari berbagai latar belakang. Tidak melulu pelawak. Mereka adalah Jae-suk, Gary, Ha-ha, Ji Suk-jin, Jong-kook, Kwang-soo dan satu-satunya sang dewi Ji-hyo, yang memiliki kepribadian campur aduk. Dia pribadi yang terkesan suka bingung dan galak; tapi sebetulnya dia memiliki kecerdasan yang tinggi dan baik hati.

Di dalam kerangka episode Running Man dia juga sering kali menjelma menjadi dewi keberuntungan bagi timnya. Tidak mudah menaklukkan Ji-Hyo. Bahkan seorang Jong Kook merasa “kewalahan” jika di akhir babak harus berhadapan dengan Song Ji Hyo.

Running Man tidak lepas dari gencarnya arus K-Pop yang melanda berbagai belahan dunia. Film dan serial drama Korea yang dulunya terasa asing, benar-benar sudah mendapat tempat yang permanen di hati penggemarnya. Bukannya berkurang, para penggemar “Korea” hari demi hari terus bertambah. Seiring banyaknya produksi yang mengagumkan dari beberapa rumah produksi seperti KBS, SBS, MBC dan sebagainya, untuk berbagai acara pertunjukan, film drama dan musik pop Korea.

Kini segala yang berbau Korea telah menembus dinding-dinding negara di lima benua. Meluluhkan hati para penggemarnya dari berbagai latar belakang dan tingkatan usia. Hasil dari sebuah kerja keras dan kekompakan….***